Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru


BUSINESSRIAU.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah membuka pendaftaran program pembinaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hingga akhir tahun ini. Para startup milenial bisa mendaftar dan bergabung melalui www.participant.1000startupdigital.id.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, tahun ini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hadir dengan strategi, tahapan, dan fitur-fitur yang berbeda dari sebelumnya.

"Dengan penampilan baru, kami akan rilis 'Ignite the Nation, Kobarkan Bangsa! Membangun Bangsa Dengan Mimpi! Mimpi Besar' yang merupakan solusi bangsa dan dunia," jelas dia.

Gerakan penampilan baru ini membawa konsep untuk perluasan skala dan peningkatan kualitas pengembangan startup digital, termasuk mengajak kementerian dan lembaga lain serta mitra lokal.

Tak hanya itu, kurikulum program pun telah direvisi dengan fokus pada inkubasi. Selain itu, portofolio dan kualitas mentor akan ditingkatkan dan terjadwal dengan baik, menurut Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital, Lis Sutjiati.

"Gerakan ini bukan sekolah, tapi upaya untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital. Apalagi di Indonesia masih banyak peluang untuk membuat solusi dari permasalahan sehari-hari sampai masalah kota dan bangsa; mulai dari pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain-lain," ungkap Lis.

Program pembinaan ini pun bersifat inklusif. Seluruh individu berusia usia 18-40 tahun yang memiliki niat dan semangat membangun usaha digital dapat mendaftarkan diri mereka. Untuk gelombang pendaftaran tahun ini, dalam tiga hari telah ada sekitar 4.000 pendaftar.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dilaksanakan secara intensif di 10 kota dengan kurun waktu enam bulan, dengan konsep pembinaan yang menyeluruh, termasuk pembekalan materi, networking, konsultasi terkait bisnis model dan strategi produk marketing, serta inkubasi yang merupakan sesi mentoringmendalam.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Di era baru ini, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kembali didukung oleh berbagai institusi pemerintahan, masyarakat, dan komunitas, termasuk Kumpul yang terpilih menjadi koordinator nasional. 

Faye Alund, CEO Kumpul, menjelaskan, "Kumpul sebagai platform pembelajaran bersama yang memberdayakan coworking space bertujuan untuk membangun ekosistem yang fokus pada pertumbuhan wirausaha. Melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, kami berharap dapat menghadirkan jaringan kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan."

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah gerakan yang diinisiasi Rudiantara selaku Menkominfo pada 2016 silam, untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi 'the Digital Energy of Asia' di 2020, dengan mencetak 1.000 startup yang jadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital. (republika)




BUSINESSRIAU.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran beasiswa unggulan mulai 17 Juli hingga 9 Agustus 2019. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud Suharti PhD mengatakan, beasiswa unggulan tersebut ditujukan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Peningkatan kualitas tersebut, menurut Suharti, disediakan melalui penyediaan bantuan pendidikan dan pelatihan, baik melalui jalur gelar maupun nongelar. Beasiswa Unggulan menjadi salah satu bentuk bantuan jalur gelar.
Beasiswa unggulan Kemendikbud terdiri dari tiga kategori, yakni beasiswa unggulan masyarakat berprestasi, beasiswa unggulan 3T, dan beasiswa unggulan pegawai Kemendikbud. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi jenjang S1, S2 dan S3, baik mahasiswa baru maupun yang sudah berjalan.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Beasiswa Unggulan, yakni https://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/. Beasiswa itu diutamakan untuk bidang-bidang yang relevan pada pengembangan pendidikan dan kebudayaan.
Program Beasiswa Unggulan juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkecil kesenjangan kinerja pendidikan antar-kelompok masyarakat. Program ini, menurut Suharti, juga memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat miskin dan yang tinggal di daerah tertinggal.
Pada 2016, Kemendikbud memberikan beasiswa kepada 1.433 mahasiswa. Setahun berikutnya, sebanyak 2.857 mahasiswa dan pada 2018 sebanyak 2.525 mahasiswa mendapatkan beasiswa. (clc)



BUSINESSRIAU.COM - Sebesar Rp1,8 Triliun Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Provinsi Riau terancam tak bisa dicairkan. Biang keroknya karena sampai saat ini belum semua kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau yang mengajukan pencairan DAK fisik tahap pertama.

Sehingga jika hal ini berlanjut hingga batas akhir pengajuan yakni tanggal 22 Juli 2019, maka sisa DAK fisik yang belum cair sebesar Rp 1,8 triliun akan benar-benar hangus.

Sebagai informasi adapun total alokasi tahun ini yakni sebesar Rp 1,9 triliun. Sampai saat ini baru Rp 140,18 miliar yang dicairkan. Jadi masih ada sekitar Rp1,8 Triliun yang terancam tak bisa digunakan.

Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Tri Budhianto, Selasa (16/7/2019) mengatakan hingga bulan Juni ini kabupaten/kota yang mengajukan berkas persyaratan pencairan untuk tahap pertama masih minim.

Terbukti dari nominal DAK fisik yang baru cair hanya Rp 140,18 miliar, dari total Rp1,9 triliun atau sekitar 7,19 persen saja.

"Padahal jika hendak memasuki tahap kedua, maka harus cair dulu tahap pertama, karena bantuan ini sistemnya berbasis kinerja. Penyaluran pertahapnya tergantung realisasi sebelumnya," Cakapnya.

Dibeberkan Tri, adapun beberapa daerah yang sudah mengajukan DAK Fisik tahap I yaitu Kabupaten Kampar sebesar Rp43,71 miliar atau 22,75 persen, Bengkalis Rp12,68 miliar atau 8,78 persen, Indragiri Hulu Rp1,85 miliar atau 1,45 persen, Rokan Hilir Rp19,48 miliar atau 14,29 persen, Siak Rp26,97 atau 19,20 persen, Kepulauan Meranti Rp19,61 miliar atau 13,81 persen, Kota Dumai Rp15,89 miliar atau 10,95 persen.

"Sedangkan daerah yang belum mengajukan pencairan DAK Fisik, diantaranya seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir, Pemkab Pelalawan, Pemkab Rokan Hulu, Pemkab Kuantan Singingi, Pemko Pekanbaru dan juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Tri, beberapa kendala yang terjadi dan dialami Pemda sehingga belum mengajukan pencairan anggaran DAK yaitu belum adanya proses lelang kegiatan.

"Salah satu syarat untuk pencairan adalah data lelang, kalau Januari sampai Juni belum lelang itu salah siapa," pungkasnya. (cakaplah)


BUSINESSRIAU.COM, JAKARTA - Gubernur Riau Syamsuar menjadi salah satu dari dua kepala daerah yang mendapat kehormatan untuk mempresentasikan dukungan pemerintah daerah mengenai pengembangan ekonomi kreatif di hadapan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Senin (15/7/2019) di Jakarta.
Kepala daerah lain yang turut berkesempatan memaparkan dukungan pengembangan ekonomi kreatif adalah Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil. "Saya diminta langsung oleh Kepala Bekraf untuk melakukan presentasi mengenai dukungan pengembangan Pemda terhadap pengembangan ekonomi kreatif, jadi ada dua Gubernur, Gubernur Riau dan Gubernur Jawa Barat," ujar Syamsuar.
Dia katakan, beberapa hal yang dipaparkannya mengenai dukungan pengembangan ekonomi kreatif ini, di antaranya adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tentang Perlindungan Dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah yang telah diterbitkan sejak tahun 2015 lalu. Selain itu, juga mengenai Badan Pengelola Ekonomi Kreatif yang telah dibentuk. "Jadi ini yang nanti memfasilitasi adanya ekonomi kreatif di Riau," kata dia.
Sejak terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif, Pemprov Riau telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif di wilayah setempat. Bekraf sendiri memiliki 16 percabagan (sub sektor), yakni Aplikasi dan Pengembangan, Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, serta Fashion. Kemudian, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Televisi dan Radio.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman mengatakan, Pemeritah setempat berkomitmen kuat terhadap pengembangan ekonomi kreatif di 'Bumi Lancang Kuning.'
"Kita dari Pemprov Riau sendiri sudah memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong ekonomi kreatif, yang paling mendasar, kita sudah bikin Perda-nya, jadi untuk perlindungan dan pengembangan ekonomi kreatif itu sudah ada di Riau," kata Fahmi kepada RiauBook.com di Pekanbaru. 
Lanjut Fahmi, komitmen tersebut juga diwujudkan dengan dukungan anggaran melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Pak Gubernur arahnya kesana, MoU atau kerjasama itu juga merupakan komitmen. Seperti MoU antara Pemrov Riau dan Badan Ekonomi Kreatif Nasional," ungkapnya. 
Dalam realisasinya, Pemprov Riau menggandeng pihak unicorn (Startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 Miliar USD), diharapkan dapat memberi kemudahan bagi pelaku ekonomi kreatif dalam memulai usaha.
"Kita telah kerjasama dengan Grab dan Gojek. Jika pedagang tidak punya warung atau toko, mereka tetap bisa melayani pembeli melalui Gojek (Gofood), sehingga langsung jualan dan menjadi startup," ungkap Fahmi.
"Dengan kondisi Industri 4.0, kita harus menjadikan para pelaku ekonomi kreatif ini menjadi startup, supaya bisa langsung jualan dan kita temukan mereka dengan vendor-vendor unicorn yang udah kuat," tambahnya.
Pemprov Riau terus membina pelaku ekonomi kreatif agar mampu memanfaatkan peluang bisnis, termasuk memberi ruang untuk pagelaran musik dan festival.
"Sekarang Riau mendapat posisi tiga nasional tentang pariwisata halal, dari aspek kelembagaan kita juga mendorong mereka untuk mengurus sertifikasi halal," imbuhnya. Dalam hal perlindungan, Pemrov Riau memfasilitasi agar pelaku ekonomi kreatif dapat memperoleh hak cipta atas kreativitasnya. 
Di Indonesia sangat dibutuhkan kesadaran hak cipta, karenanya kita memfasilitasi mereka agar mendaftarkan karya-karya mereka ke Kemenkumham sehingga hasil karya mereka mendapat perlindungan," ungkapnya.
"Jadi, upaya-upaya yang kita lakukan memang sudah luar biasa. Melibatkan semua pihak termasuk media, agar ekonomi kreatif dapat terkemas dengan baik," beber Fahmi. (RB/Dwi)

BUSINESSRIAU.COM, PEKANBARU - Tingginya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi di Riau mendapat perhatian serius anggota dewan pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, DR H Zulkarnain Kadir SH MH. Ia menilai, pengangguran tak hanya soal terbatasnya lapangan pekerjaan, namun juga disebabkan belum siapnya lulusan perguruan tinggi bersaing di dunia kerja.

Dikatakan Zulkarnain, ribuan sarjana yang lulus setiap tahun tidak berbanding lurus dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.
"Tak heran, banyak lulusan sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Riau yang ijazahnya hanya jadi pajangan, karena tidak bisa bekerja," ungkapnya.
Sebagai anggota pembina Yayasan Lembaga pendidikan Islam Riau, ia berharap YLPI Riau bisa menjawab tantangan dan melahirkan lulusan yang berkualitas, sehingga dapat diterima di dunia kerja.
"Lembaga pendidikan di bawah YLPI Riau, khususnya Universitas Islam Riau (UIR), harus mampu melakukan terobosan dan bisa menjawab tantantangan ini, dengan meningkatkan SDM dosen. Termasuk juga penataan aset, keuangan dan lainnya, secara propesional agar tidak ditinggal mahasiswa," ucapnya.
Ia menyarankan agar UIR memperbanyak menciptakan dosen berpendidikan S3 dan Guru Besar disetiap fakultas yang ada saat ini, di samping menjaga dan merebut akreditasi yang baik di semua fakultas.
"Ini perlu dilakukan agar kedepan UIR punya pasca sarjana di setiap fakultasnya," ucap mantan Sekretaris DPRD Riau ini.
Lebih jauh dikatakan pria yang akrab disapa ZK ini, UIR juga harus lebih gesit dalam merangkul perusahaan-perusahaan swasta dan pemerintah untuk bekerjasama, yang tujuannya bisa membuka peluang lulusan UIR dapat diterima bekerja nantinya.
"UIR juga diharapkan mampu menyiapkan fakultas kedokteran dan pendidikan serta kejuruan yang sangat diminati. Dan yang paling utama, UIR harus bisa meluluskan mahasiswa tepat waktu dan bermutu yang siap masuk di dunia kerja. Jadi UIR juga harus memikirkan masa depan mahasiswa setelah wisuda," cakapnya.
Disisi lain, kata ZK, jika mutu pendidikan diabaikan dan pihak yayasan hanya memikirkan kuantitas atau jumlah mahasiswa saja, tak heran banyak ijazah S1 dan lainnya hanya jadi pajangan saja.
"Akreditasi juga harus dijaga ditingkatkan, agar lulusan UIR dipakai di dunia kerja. Tiap tahun ada ribuan mahasiswa yang lulus dari berbagai perguruan tinggi. Kemana mereka setelah lulus? Kita (perguruan tinggi) juga ikut memikirkan ini," tambahnya.
Zulkarnain juga mengingatkan pengelola yayasan harus terbuka dan profesional dalam mengelola unit-unit usaha pendidikan di YLPI, termasuk UIR.
"Beberapa minggu yang lalu kami baru mengesahkan anggaran YLPI dan unit-unitnya, serta UIR, tahun anggaran 2019- 2020 lebih kurang Rp200 miliar. Jangan sampai anggaran ini tidak termanfaatkan dengan baik. Kita ingin YLPI, khususnya UIR, makin hebat ke depan," ulasnya. (cakaplah)

BUSINESSRIAU.COM, JAKARTA - Dinas pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan hari Senin (15/7) adalah hari masuk serantak untuk seluruh sekolah di DKI Jakarta. Maka tak heran di beberapa titik sekolah di DKI Jakarta terlihat ramai dan tak jarang menimbulkan kemacetan.

Kondisi ramai tersebut salah satunya terlihat di SD Pelita di Jalan Karang Pola VII, Jatipadang, Pasar Minggu. Puluhan orang tua terlihat berbondong - bondong mengantarkan anak-anak mereka yang baru pertama kali memasuki bangku sekolah dasar.

Para orang tua terlihat menemani anak - anak mereka sampai ke dalam sekolah untuk mencari ruang kelas masing - masing. Untuk saling memudahkan baik guru maupun temen sebaya mereka saling mengenal, siswa baru nampak dilengkapi dengan papan nama yang mengantung di dadanya.

Para orang tua pun terlihat antusias menyaksikan anak-anak mereka yang memasuki masa transisi dari TK ke SD tersebut. Mereka mengamati dengan seksama setiap kegiatan - kegiatan yang dilakukan oleh buah hatinya.

Salah satu dari puluhan orang tua siswa yang terlihat antusias menemani sang buah hati adalah Yuni. Ibu muda tersebut menyampaikan rasa bahagia dan seberapa penting baginya menemani anak pada hari pertama masuk sekolah.

"Meskipun dia adalah anak kedua saya yang masuk sekolah ini tetap saya tidak ingin melewatkan setiap hal baru yang terjadi pada buah hati saya. Terutama momen penting yang tak akan terulang lagi dalam diri anak saya seperti saat ini,"ujarnya saat ditemui di salah satu SD swasta yang terbaik di Jakarta tersebut.

Ia juga mengatakan hari pertama ini adalah momen untuk tambah mempererat hubungan antara anak orang tua terutama ibu, yang tidak boleh dilewatkan setiap oarang tua. Jauh-jauh hari ia juga sudah memberikan pengertian dan semangat kepada anaknya agar tidak terlalu kaget pada hari pertama masuk sekolah.

"Sangat penting bagi orang tua untuk mengantarkan anak di hari pertama masuk sekolah. Sebab, pada momen ini juga kita bisa mengenal guru-guru yang akan mengajar anak saya. Berbagi nomor kontak untuk menjalin komunikasi kedepannya dan sekaligus mengecek fasilitas-fasilitas yang ada. Jika ada yang belum sesuai bisa langsung dikomunikasikan,"ujarnya.

Orang tua murid lain yang terlihat juga antusias menemani anaknya adalah Rubi. Senada dengan orang tua murid lain ia juga mengaku sangat bahagia anaknya telah memasuki salah satu bangku sekolah dasar yang favorit di Jakarta.

Selain itu, agar buah hatinya saat memasuki sekolah bisa cepat beradaptasi dan patuh kepada guru. Ia mengaku jauh-jauh hati telah menjelaskan sikap seperti apa yang harus sang buah hati lakukan saat berada di sekolah.

"Saya bahagia dan semangat menemani anak pada hari pertama masuk sekolah. Banyak hal sebelumnya yang telah disiapkan, terutama bagaimana anak bisa mudah bersosialisasi dan mematuhi perintah gurunya. Saya jelaskan pelan-pelan kalau di sekolah harus bersikap sopan dan pantuh kepada perintah guru. Sama teman-temannya juga harus baik, tidak boleh mengganggu,"ujarnya. (republika.co.id/rol/umi soliha)


BUSINESSRIAU.COM, JAKARTA - Anak asuh Rumah Yatim Lodaya, Bandung, Jawa Barat, mendapatkan cukur gratis dari Komunitas Barber Bandung sebagai persiapan jelang hari pertama masuk sekolah. Ada sekitar puluhan anak yang bergantian dicukur rambutnya oleh pemangkas rambut yang mahir tersebut.

Kegiatan yang digelar pada Ahad (14/7) itu merupakan tindak lanjut kegiatan bakti sosial kedua, yang dilakukan Komunitas Barber Bandung bagi Rumah Yatim. Meski belum memiliki barbershop sendiri, mereka yang hadir memberikan bantuan itu sangat antusias dan tulus.

“Dia sebenarnya bukan owner tapi pekerja barbershop yang mempunyai semangat dan jiwa sosial untuk berbagi dengan kemampuan yang dia miliki beserta temen-teman ngumpulnya,” ujar Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya, Bandung, Dhian Risdiyan, dalam keterangan tertulisnya Senin (15/7).

Pada kesempatan kedua ini, sambung dia, selain kegiatan memotong atau mencukur rambut anak-anak secara gratis, komunitas ini juga mengajarkan anak-anak tentang dasar memotong rambut yang perlu diketahui oleh anak-anak.

Secara tidak langsung, anak-anak asuh ini dibekali pengajaran keterampilan yang bisa saja dapat bermanfaat di kemudian hari. Setiap anak asuh mendapatkan giliran potong rambut dari komunitas tersebut yang diinisiasi oleh salah satu pemangkas rambut, Kang Yusuf. 

“Adanya kegiatan ini disambut baik oleh para pengurus asrama, terlebih anak-anak kembali masuk sekolah di tahun ajaran baru dengan wajah dan semangat baru,” ujar Dhian. (republika.co.id/rol)