Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru

  
I. PENDAHULUAN
Apakah kita sudah tau apa artinya “prospek” itu?? Sinonim kata prospek adalah “Peluang.”

Dan timbul pertanyaan lagi, apa itu “bisnis”?? 
Bisnis adalah serangkaian usaha yang dilakukan 1 orang atau lebih individu atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan/laba. Bisnis merupakan sebuah usaha, dimana setiap pengusaha harus siap untung & siap rugi. Bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. Diperlukan reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat yang dapat menjadi modal bisnis. 

Riau memang Provinsi yang luas yaitu 87.023,66 km². Jumlah penduduk provinsi Riau  berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Dilihat dari situ saja riau memeng merupakan sebuah provinsi yang padat, memungkinkan banyaknya pengangguran di Provinsi ini. Masalah penganggguran pasti dapat diatasi apabila seseorang tersebut mau berbisnis dan mengetahui prospek dan peluang bisnis apa saja yang ada di sekitarnya.  

II. PELUANG BISNIS
Berbicara soal peluang bisnis tentu kita harus mengetahui perekonomian di Provinsi Riau yang dapat dijadikan bisnis. Adapun potensi Perekonomian di Provinsi Riau diantaranya;

1. Pertanian & perkebunan
Bisnis pertanian atupun perkebuan membutuhkan lahan yang luas tentunya membutuhkan modal yang besar pula. Tetapi kita bisa menjadi pengelola atupun pekerja dari bisnis ini dengan cara bekerja dengan orang yang mempunyai perkebunan atau pertanian tersebut. Perkebunan yang berkembang di Provinsi Riau ini adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Selain itu juga terdapat perkebunan jeruk dan kelapa. 

2. Hutan & ikan
Kehutanan pada hakekatnya mencakup semua upaya memanfaatkan dan memantapkan fungsi sumber daya alam hutan dan sumber daya alam hayati lain serta ekosistemnya, baik sebagai pelindung dan penyangga kehidupan dan pelestarian keanekaragaman hayati maupun sebagai sumber daya pembangunan. Kita dapat memanfaatkan hasil hutan sebagai lahan bisnis. 

Dan juga kita harus menjaga dan melestarikannya bisnis yang sering terdengar yakni tentang hutan dan ikan. Pada saat ini seperti bisnis kayu, di awali dengan penebangan hutan yang tentu harus ada izin dari pemerintah. Di Provinsi Riau terdapat berbagai jenis ikan. Sungai dan laut bisa kita manfaatkan untuk menangkap ikan yang hasilnya bisa dijadikan modal bisnis. Kita juga bisa membuat danau buatan untuk memulai bisnis ikan. Pasar yang luas juga membuka peluang untuk kita memulai bisnis ikan ataupun hutan. 

3. Industri
Pada provinsi ini terdapat beberapa perusahaan berskala internasional yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas serta pengolahan hasil hutan dan sawit. Selain itu terdapat juga industri pengolahan kopra dan karet. Peluang masuk industri khususnya para akuntan sangatlah besar, karana sekian banyak industri di Pekanbaru yang membutuhkan akuntan.  

Tetapi bagi orang yang tidak ahli dibidang akuntansi tentu juga berpeluang masuk industri dengan cara menjadi tenaga kerja atau menjadi tenaga ahli diindustri yang ada di Provinsi Riau. Beberapa perusahaan/industi besar yang ada di Provinsi Riau diantaranya Chevron Pacific Indonesia anak perusahaan Chevron Corporation, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk di Perawang, dan PT. Riau Andalan Pulp & Paper di Pangkalan Kerinci.

4. Pertambangan
Dalam pertambangan tentulah kita harus mempunyai pengetahuan dan keahlian dibidang pertambangan agar bisa melakukan bisnis ini. Hasil pertambangan Provinsi Riau adalah Minyak bumi, Gas, dan Batu Bara. 

5. Transportasi
Provinsi Riau merupakan satu-satunya propinsi yang mempunyai BUMD di bidang transportasi udara yakni PT. Riau Air Lines, yang bertujuan untuk melayani daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalan darat maupun laut. Riau Air Lines mengoperasikan Fokker-50 buatan Belanda sebanyak 5 armada, dan tahun 2008 perusahaan ini menambah 2 armada lagi dengan jenis Avro-RJ 100. Transportasi yang lancar menentukan maju atau tidaknya suatu wilayah. Provinsi Riau merupakan tujuan para pengurban atau orang yang mencari kerja. Otomatis tentu harus ada transportasi yang memadai. Peluang yang bisa kita ambil adalah dengan membentuk Travel Agency. 

6. Keuangan & Perbankan
Untuk bidang perbankkan di propinsi sangat berkembang pesat, ini ditandai banyaknya bank swasta dan BPR, selain bank milik pemerintah daerah seperti Bank Riau Kepri. Bank-bank swasta tesebut tentu membuthkan tenaga kerja. Salah-satunya calon akuntan seperti kita. Tetapi bagaimana dengan yang bukan akuntan?? Apakah mereka bisa bekerja di  bank?? Tentu bisa, contohnya orang yang ahli dibidang management bisa menjadi manajer di bank tersebut. Atau lebih rendahnya, seperti manjadi claening service atau security. Kita juga bisa dianggap bekerja di bank atau pekerjaan yang lainnya sesuai dengan skill dan kemampuam kita. Itulah cara/peluang untuk berbisnis di perbankkan!! 

7. Pariwisata, Seni dan Budaya
Berbagai macam pariwisataseni dan budaya yang ada di Provinsi Riau ini. Dalam bidang wisata kita akan berhadapan dengan masyarakat luar daerah atau dalam daerah. Turis juga pasti datang, maka kita harus mengetahui/menguasai bahasa turis tersebut atau formalnya bahasa inggris jikalau ingin memulai bisnis dibidang wisata. Seni dan budaya yang kita ketahui atau kita kuasai juga mendukung untuk memulai bisnis pariwisata. Contoh, di bidang seni dan budaya seperti tari tradisional Riau yang mungkin kita bisa, itu bisa go nasional dan internasional. Tentu kita mendapatkan dana atau honor, dari itu saja kita sudah bisa dikatakan berbisnis dibidang seni dan budaya. Selain dari tujuh perekonomian diatas yang bisa kita jadikan lahan bisnis. 

Ada juga bisnis yang mungkin bisa kita kembangkan di Provinsi Riau ini :

1. Perdagangan
Dalam dunia perdagangan, kita harus mempunyai relasi supaya perdagangan kita bisa  berkembang. Semakin banyak relasi semakin besar pula peluang kita untuk menjadi pedagang yang besar. Membuka perdagangan tidak susah. Hanya kalau ada barang yang bisa untuk di jual maka kita sudah dikatakan berdagang juga katalai kita sudah berbisnis. Perdagangan yang mungkin kita laksanakan di Provinsi Riau ini seperti, berdagang makanan pokok, pakaian, dan yang lainnya. 

2. Bisnis-bisnis kecil lainnya
Bisnis ini tidak membutuhkan modal yang cukup besar. Dapat dicontohkan bisnis-bisnis kecil yang bisa berhembang di Provinsi Riau ini adalah seperti agen pulsa, catering dan lainnya Kalau kita mengetahui peluang-peluang tersebut maka kita bisa menjadi orang besar. 

Contohnya kita bisa menjadi pengusaha perkebunan sawit yang berkembang pesat diprovinsi ini. Ada beberapa kendala yang membuat kita untuk membangun bisnis: 1. Tidak adanya Lahan / Tanah sebab sawit membutuhkan lahan yang luas. 2. Tidak adanya Ilmu Pengetahuan dan Gelar Kalau tidak ada pengetahuan untuk menjalan kan suatu usaha susah untuk mengembangkan usaha itu. 

3. Minimnya Skil Keterampilan juga penting untung mengembangkan suatu usaha. Tetapi semua yang besar di mulai dari yang kecil. Kita bisa memulai bisnis di provinsi riau ini tidak harus dengan bisnis yang besar, asal ada kemauan pasti ada jalan. sesuai dengan pengertian  bisnis “Bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat dapat menjadi modal bisnis.”

Bicara soal modal yang berupa uang, pada tahun 2001 pemerintah riau memberikan pinjaman modal sebesar Rp.2 Miliyar melalui DPD Riau dan melalui Bank dalam bentuk swamitra. Pada tahun 2002 anggaran pinjaman ditingkatkan menjadi Rp.100 Miliyar. Pada tahun 2003 di setujui oleh DPRD Provinsi Riau sebesar Rp.60 Miliyar lebih dari usul semula Rp. 125 Miliyar. 

Melalui program pememrintah ini, banyak sekali modal yang bisa kita manfaatkan kalau kita mau untuk berusaha, contohnya pada tahun 2001 pemerintah telah memberikan pinjaman modal kepada tidak kurang dari 350 kelompok masyarakat yang anggotanya mencapai sekitar 6.100 orang. 

Masyarakat yang banyak mendapatkan pinjaman modal tersebut adalah di bidang usaha  perkebunan, pertanian dan tanam pangan. Maka berapa banyak pengangguran akan berkurang apabila kita mau berusaha dan memenfaatkan pinjaman pemerintah itu. 

Pemerintah memberikan pinjaman modal ini karena keinginan untuk mengalihkan dana proyek- proyek yang selama ini diberikan cuma-cuma kepada masyarakat, menjadi penyediaan dana murah dalam bentuk pinjaman bergulir yang secara otomatis dapat dimanfaatkan masyarakat berdasarkan prospek bisnis yang dimiliki masyarakat. 

Sumber : http://www.academia.edu