Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru

Tahun lalu Bank Indonesia Cabang Riau memotivasi masyarakat Pekanbaru untuk menjadi petani sayur. Setiap kelurahan diberikan seperangkat alat pertanian hidroponik, berikut pupuk dan bibit untuk penanaman selama setahun.

Menurut Kepala Cabang Bank Indonesia Riau, tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat menanam sayur di pekarangan sendiri, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sayurnya sendiri sehari-hari. "Juga untuk mengurangi inflasi, karena tak perlu lagi membeli sayur dari daerah lain," katanya.

Pemberian perangkat seharga sekitar Rp 2,5 juta ini tentu saja sangat menggembirakan masyarakat. "Dengan menjadi petani sayur untuk kebutuhan sendiri, uang belanja pun menjadi bisa dihemat. Selain itu, kita bisa mendapatkan sayur yang segar dan bebas dari racun kimia," kata Syamsinar, salah seorang warga yang mendapatkan perangkat tersebut.

Pemilihan pertanian dengan cara hidroponik sengaja dipilih karena tak membutuhkan lahan yang luas. Sayuran bisa ditanam di halaman, di gang rumah, dan lahan sempit lainnya, bahkan juga di atap rumah, sepanjang masih tetap mendapatkan sinar matahari.

Secara sederhana, hidroponik merupakan pola tanam di atas air. Tanaman tidak lagi membutuhkan tanah sebagai media tanam, karena akar langsung mencari makanan di air yang sudah dicampur dengan nutrisi. Sebagai pengganti tanah untuk memegang akar tanaman, ada yang menggunakan pecahan batu batu, pecahan arang, rock wall (sejenis busa yang sering dipakai untuk jok mobil, kursi, dan tempat tidur), dan kokopit atau serbuk sabut kelapa. "Sebenarnya serbuk batang kelapa yang sudah lapuk juga bisa digunakan," kata Syamsinar.

Media tanam ini dimasukkan ke dalam cup atau semacam gelas air mineral yang sudah diberi beberapa lubang di bagian bawah untuk menyerap air dan tempat keluarnya akar kelak. Cup yang sudah berisi media dan bibit sayur yang sebelumnya telah disemaikan di tempat lain, lalu dimasukkan ke dalam pipa 'pralon' yang telah dilubangi untuk tempat cup. Letak pipa 'pralon' mendatar.

Air yang telah dicampur nutrisi lalu dimasukkan ke dalam bak penampungan yang telah disiapan. Pompa di dalam bak kemudian menaikkan air mengaliri pipa-pipa 'pralon' sehingga membasahi tanaman yang ada di dalam cup. Pekerjaan berikutnya hanya menambah air nutrisi yang kurang, sampai sayuran mengalami masa panen sekitar 1,5 bulan.

Sederhana bukan, pola kerjanya. Namun, sayangnya, dari puluhan peralatan yang diberikan Bank Indonesia itu, masih ada juga yang belum dimanfaatkan sama sekali, atau digunakan sekadarnya saja. Boleh jadi hal ini disebabkan kelurahan salah menunjuk warga yang akan mengelola peralatan itu. Atau mungkin ada penyebab lain, seperti mesin pompa air yang hilang, bibit yang sulit tumbuh, dan sebagainya.

Namun, menurut Irwan, suami Syamsinar yang sehari-hari melihat istrinya mengelola peralatan hidroponik itu, peralatan yang dibuat Bank Indonesia ini kelihatan lebih cocok jadi mainan 'orang kaya' atau yang memang hobi bertanam. "Bayangkan saja, untuk menggerakkan mesin pompa saja dihabiskan rata-rata Rp 200 ribu per bulan. Padahal dengan uang segitu kita sudah bisa membeli sayur sepuasnya," kata Irwan.

Untuk tidak mematahkan semangat istrinya, Irwan yang telah banyak mengunjungi petani-petani sukses di berbagai tempat, lalu membuat peralatan yang cukup sederhana. Ia membeli botol-botol air mineral bekas berikut gelasnya dari tetangganya yang kebetulan punya kerja sambilan sebagai pengumpul barang bekas. "Dengan modal Rp 20 ribu sudah bisa membuat peralatan hidroponik untuk tiga ratusan batang tanaman," katanya.

Bermodalkan pisau cutter dan gunting kecil, ia lalu melobangi botol-botol ukuran 600 ml itu sebagai tempat masuk cup atau gelas yang berisi tanaman. Agar bisa mendapatkan tanaman dalam jumlah banyak di halaman yang cukup sempit, dipilih pola vertikal atau memanjang ke atas.

Irwan meminta bambu dari tetangga lalu memancangkannya setinggi dua meter dengan jarak sekitar 125 sentimeter. Dari setiap batang bambu dibuat lima tingkatan, dan tiap tingkat berisi delapan botol atau 16 gelas. Berarti dalam satu tiang ada 80 tanaman. "Tugas berikutnya hanya mengontrol air di botol, kalau sudah hampir kosong langsung diisi dengan air yang sudah dicampur nutrisi," katanya.
Sayuran yang ditanam bervariasi. Seperti berbagai jenis sawi, selada, kangkung, seledri (daun sop) dan juga tomat, cabai serta mentimun. Bulan lalu Syamsinar sudah mulai menjual sayur sawi 'pak coy' di warung tetangga. "Penjualannya laris manis, dan sampai sekarang banyak yang bertanya kapan lagi panennya," kata Syamsinar.

Masyarakat menyukai sayuran ini karena masih segar akibat baru dipetik, tidak memakai racun hama, dan untuk sayur kangkung dijamin tidak ada lintah atau pacet dan cacing pitanya. "Pokoknya sayur hidroponik ini cukup segar dan sehat, dan juga murah," kata Syamsinar yang menjualnya hanya Rp 1.500 per ikat.

Bagi Irwan sendiri, temuan pola bertanam hidroponik dari bahan sederhana ini membuat rumahnya menjadi semakin sering dikunjungi orang. Mereka ingin belajar untuk menjadi petani sayur. Bahkan sebuah Paud telah meminta bantuan membuatkan beberapa perangkat di sekolahnya. "Mereka katanya ingin mengajari anak-anak untuk menjadikan barang bekas menjadi berharga," kata Irwan.

Mantan wartawan yang sudah berkelling ke berbagai tempat di tanah air dan mancanegara ini berkeinginan untuk menularkan keterampilan ini kepada tetangga-tetangganya. "Saya ingin kawasan ini jadi sentra sayuran hidroponik, sehingga hasil panennya bisa dijual ke swalayan besar," katanya. (Joni Marzainur)

PENYIDIK Polres Jakarta Selatan, menyebut jika artis TM yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus prostitusi online kalangan artis adalah PSK dibawah naungan mucikari RA. Angka tarif TM untuk sekali main pun cukup fantastis.

"Ya seperti yang rekan rekan tahu lah. Ya sekitar Rp80 juta-an, tarifnya sekitar itu," ucap AKBP Surawan selaku Waka Polres Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).

Keberadaan TM pun menjadi sangat penting. Keterangan TM yang diambil penyidik bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar kasus prostitusi online dengan jejaring artis.

"Semua yang kita lakukan, saksi ini kan untuk kepentingan penyidikan. Tidak ada unsur lain. Kalau memang di sekiranya penyidik untuk pemanggilan saksi, nanti pasti akan dipanggil saksinya," lanjut Surawan.

AKBP Surawan pun mengatakan jika TM sering meminta pekerjaan kepada RA yang banyak memiliki klien. TM pun masih berstatus saksi dalam kasus ini.(edi/okz/dw)   



BELLA Shofie memang selalu menebarkan senyuman bahagia saat prosesi pernikahan dengan Suryono berlangsung. Namun, siapa sangka ternyata Bella tengah menyimpan kekecewaan.

Pasalnya, orangtua Bella tak mendampingi pernikahannya dengan pengusaha asal Papua itu. Menurut penjelasan managernya, Tata Liem, orangtua Bella mangkir dalam prosesi pernikahan lantaran terbentur keadaan.

"Orangtua enggak datang karena keadaan. Banyak artis diundang batal karena ada kerjaan. Namanya pernikahan, pasti ada saja kekurangan. Mereka saling mencintai dan support. Bella termotivasi sama suaminya, apa yang dia punya," ujar Tata Liem, saat dijumpai di Kawasan Kapten Tendean, Rabu (27/5/2015).

Meski mangkir dalam momen bahagia anaknya, bukan berarti Bella tak mengantongi restu dari orangtuanya. Tata Liem juga menegaskan jika orangtua Bella merestui pernikahan Bella dan Suryono.

"Merestui dong. Enggak mungkin orangtua kalau enggak merestui, pernikahan ini terjadi. Kalau enggak dapat surat dari istrinya Bella enggak mungkin nikah sama Suryono," ujar Tata Liem.
(rik/okz/dw)   
foto : news.liputan6.com
(Businessriau) SP- Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili Sekdakab. Drs. Iqaruddin bersama Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal, membuka Festival Sagu Meranti Ke-2 dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2015, bertempat di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Senin (25/5). 

Turut hadir Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal, Ketua DPRD Kabupaten Meranti Fauzi Hasan, SE, Anggota Forkopinda, Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Nirwana Irwan, Asisten I Sekda. Kab. Meranti Alizar, S.Sos, Camat Tebing Tinggi Timur Elfandi, Kepala Dinas/Badan, Camat SE-Kabupaten Meranti. 

Melalui pelaksanaan acara itu, Bupati berharap dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat, dan menjadikan Sagu Meranti sebagai sumber pangan pokok Nasional disamping itu melahirkan berbagai turunan yang kelak dapat memberikan nilai tambah, guna meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Sagu Kabupaten Meranti dari hasil penelitian merupakan varietas terbaik dengan produksi 276 Ribu Ton pertahun, selain untuk memenuhi kebutuhan Sagu Nasional, Sagu ini juga di ekspor ke negara -negara di Asia Timur dan Asia Barat. Kepada SKPD terkait diharapkan dapat mbuat terobosan sehingga mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan, baik bagi pelaku usaha dan masyarakat. 

Sementara sempena Peringatan BBGRM di Kabupaten Meranti, Dikatakan Bupati, bermakna ditengah keragaman tetap menjaga kesatuan dan gotong royong, sebagai jati diri bangsa dalam mewujudkan cita-cita bersama, menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. 

Festival Sagu Meranti kali ini terlihat semakin semarak, dengan disajikannya berbagai makanan olahan sagu dibelasan Stand Desa Se-Kecamatan Tebing Tinggi Timur, adapun makanan yang disajikan yaitu Lempeng Sagu, Sempolet, Mie Sagu, Sagu Rendang, Gobak. Golek dan lainnya. Dilokasi acara juga ditaja berbagai lomba yang diikuti oleh perwakilan tiap desa, seperti lomba mendorong Tual Sagu, Anyam Atap Rubia, Lari diatas Tual Sagu. 

Camat Tebing Tinggi Barat, Elfandi mengatakan Festival Sagu Meranti yang merupakan agenda tahunan ini bukan hanya sekedar seremonial belaka tetapi diharapkan dapat memberikan umpan balik dalam rangka mengembangkan kearifan lokal di Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Tanah Rawa Gambut yang dimiliki Meranti sangat sesuai dengan karakter tanaman Sagu menjadikan Sagu Meranti terbaik didunia, ia berharap potensi sagu Meranti hendaknya dapat perhatian serius dari Provinsi dan Pemerintah Pusat. "Kami berharap Pemprov dan Pemerintah Pusat dapat lebih memperhatikan potensi Sagu Meranti, sebagai alternatif pangan Nasional," ucapnya. Selain itu tanaman Sagu yang bersahabat dapat tumbuh berdampingan dapat pula seabagai penyelamat ekosistem. 

Namun saat ini, seperti dijelaskan Camat, ditengah potensi besar Sagu Meranti, ternyata masih meninggalkan permasalahan yakni lahan perkebunan Sagu masyarakat yang masuk dalam kawasan HTI perusahaan. "Harapan kami Pemprov Riau dapat memfasilitasi penebangan sagu khususnya masalah pembebasan lahan HTI Perusahaan," ucapnya. 

Melalui Ivent Sagu ini Pemkab Meranti berharap dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat di Kabupaten Meranti. Dimana ada sagu disitu tidak akan ada yang kelaparan, sagu dapat dijadikan sebagai alternatif pangan Nasional. 

Kadis Pariwisata Provinsi Riau, berjanji akan memfasilitasi pengembangan potensi Sagu Meranti, "acara ini dapat menjadi ajang Promosi Daerah mendukung Kabuoaten Meranti menjadi kluster sagu nasional," pungkas Fahmi. (Rilis Humas Meranti).
AKARTA (RIAUBISNIS.COM) - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ‎(Perludem) menyatakan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 akan mempersulit calon kepala daerah dari jalur independen. Sebab, persyaratan bagi calon independen diperketat. Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan, ketika DPR merevisi UU Pilkada, mereka juga mengubah terkait persyaratan perseorangan yang ingin maju dalam pilkada. Perubahan itu, justru mempersulit calon perseorangan. "Jadi dinaikkan sekitar tiga persen syarat dukungan. Ini yang kami sayangkan, karena ini akan mempersulit calon independen di Pemilukada," ucap Titi saat dihubungi, Selasa (26/5). ‎Tidak hanya calon independen, Titi menyatakan, calon yang diusung parpol juga dinaikan persyaratan dukungannya. Dengan makin beratnya persyaratan, maka calon baik yang berasal dari partai maupun independen harus mulai memetakan dukungan. Menurut Titi, persaingan di Pemiluka‎da serentak akan semakin ketat. Karena, tidak diberlakukan ambang batas kemenangan seperti 30 persen suara. "Sekarang cuma satu putaran, di mana calon yang unggul dia yang menang. Tapi, kecuali DKI karena ada UU kekhususan," tandasnya. (gil/jpnn/net)
JAKARTA (RIAUBISNIS.COM) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, perekonomian nasional yang mengalami inflasi pada bulan ini sebesar 0,4 persen lebih besar dari bulan lalu yang hanya sebesar 0,36 persen. Hal tersebut dikarenakan telah adanya peran daripada harga pangan. "Itu kelihatannya sudah ada peran dari pangan dan untuk harga pangan ini khususnya memang kita harus selalu perhatikan. Pangan itu ya bawang merah, cabai merah, ayam, telur ayam. Itu mesti kita persiapkan dan persiapan menjelang bulan puasa," ucapnya saat ditemui seusai Rakornas TPPID di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (27/5/2015). Harga Cabai Melonjak hingga 150% Dia menerangkan, dengan digelarnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pemantau dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPPID) ini, hasilnya disepakati harga-harga tersebut nantinya dapat diatur oleh pemerintah agar dapat menekan inflasi. "Nah tadi kita bahas dan hasilnya kita sepakati bahwa kita perlu sinergi lebih baik lagi. Sehingga kalau ada harga-harga yang harganya diatur oleh pemerintah, bisa nanti dilakukan perencanaan, sehingga tidak kemudian terlalu menekan inflasi," terang dia. Sebelumnya, kata Agus, kendati perekonomian nasional mengalami inflasi yang cukup meningkat pada bulan ini, namun sebenarnya perekonomian nasional pada April lalu yang sebesar 0,36 persen tersebut mampu mengalami deflasi. "Kemarin ini kalau kita lihat yang April tadi juga kita bahas di dalam bahwa sebetulnya bulan April itu kita masih bisa menikmati deflasi," jelasnya. Tidak mampu mengalami deflasi, tutur Agus, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kenaikan harga angkutan dalam kota, penyesuaian harga elpiji 12 kg, dan penyesuaian tarif Kereta Api (KA). "Faktor-faktor itu yang membuat inflasinya 0,36 persen pada bulan lalu," tukasnya. (wdi/okz/dw)
DUMAI(RIAUBISNIS.COM)--Alfamart menggelar kegiatan acara Fun Walk Move Your Feet bertempat di Lapangan Bukit Gelanggang, Minggu (24/5). Kegiatan ini bersempena menperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015 sekaligus untuk mendekatkan diri pada konsumen. 

Kegiatan Fun Walk diramaikan ribuan masyarakat Kota Dumai tersebut menyusuri rute pendek mulai Lapangan Bukit Gelanggang, Jalan H.R.Soebrantas, Jalan Jendral Sudirman kemudian kembali lagi ke garis start awal yakni Lapangan Bukit Gelanggang. Tak hanya Fun Walk, Alfamart juga menaja kegiatan lainnya seperti senam aerobik sehat, lomba mewarnai, pameran batu akik, foto corner, dan beberapa kegiatan permainan lainnya. 

Selain itu, Alfamart juga mempersembahkan puluhan hadiah hingga hadiah utama Sepeda Motor. Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama Alfamart juga memberikan hadiah pada undian Mom and Kids periode November hingga Desember 2014 lalu kepada Ibu Viennee asal Dumai dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp. 12.500.000. 

Dikatakan Branch Manager Alfamart Pekanbaru Sulardi Alfamart menaja kegiatan ini selain untuk memperingati Hardiknas tahun 2015, juga sebagai pendekatan diri yang dilakukan Alfamart agar lebih dekat dan menyatu oleh masyarakat Kota Dumai. "Pendekatan ini dilakukan diberbagai daerah yang terdapat Alfamart termasuk Kota Dumai, sehingga diharapkan kedepannya hubungan yang terjalin antara pihak Alfamart dan masyarakat Kota Dumai akan semakin erat dan lebih baik lagi," katanya. 

Sebagai toko komunitas, pendekatan diri dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan dan diberikan Alfamart akan terus berlanjut. Namun apa saja kegiatannya, hal tersebut masih perlu dicocokkan antara keinginan masyarakat dan program yang dicanangkan oleh Alfamart.

 " Ya Insyaallah dalam waktu dekat, kita juga akan kembali menggelar kegiatan senam masal tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).

Hal ini juga sebagai program pendekatan dan meningkatkan semangat olahraga masyarakat Kota Dumai sejak ini sebagai program hidup sehat," ungkapnya. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Dumai H.Dermawan mengucapkan terimakasih kepada Alfamart yang telah mempersembahkan program dan kegiatan positif seperti berolahraga diKota Dumai.(dpc/dw/net)
JAKARTA (RIAUBISNIS.COM) - Pengamat Politik Polcomm Institute, Heri Budianto mengatakan, sebuah langkah bagus jika dua kubu Partai Golkar yang tengah berkonflik telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar. “Saya kira itu langkah bagus, Pak JK bisa jadi mediator. Pak JK harus jadi seorang negarawan, sebagai sesepuh Golkar langkahnya tepat, membuka ruang, membuka komunikasi (kedua kubu di Partai Golkar),” tuturnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin (25/5/2015). Menurut dia, langkah kedua kubu yakni, kubu Aburizal Bakri dan Agung Laksono untuk islah merupakan pilihan yang tepat agar bisa mengikuti Pilkada Serentak pada Desember mendatang. Pasalnya, lanjut Heri jika kedua kubu tak islah maka Golkar akan menjadi penonton di Pilkada mendatang. “Ya memang harus islah mereka untuk ikut Pilkada, kalo enggak islah tetap Golkar akan rugi, dia akan pecah berkeping-keping. Kalau Golkar tidak islah, dia hanya jadi penonton dan yang menang partai lain,” terangnya. Untuk itu, dia menyarankan agar dua kubu di partai berlambang pohon beringin itu menanggalkan ego pribadi masing-masing dan mengedepankan kepentingan partai. Terutama, tambah dia, kepentingan partai untuk ikut serta dalam Pilkada serentak ini. “Jadi saat ini kesampingkan dulu ego-ego para elit, ke sampingkan pengadilan, kesampingkan banding, kedua pihak harus memikirkan partai golkar dengan duduk satu meja. Saya kira itu yang harus dilakukan agar Golkar bisa ikut Pilkada,” tandasnya. (ris/okz/dw/net)
MAKANAN pedas selalu menjadi favorit banyak orang, tak terkecuali dengan olahan ceker setan. Anda bisa membuat sendiri ceker setan di rumah. Disebut ceker setan karena olahan kaki ayam ini memiliki rasa yang sangat pedas karena dilumuri dengan sambal dalam jumlah cukup banyak. Uchi, pemilik dari usaha ceker setan di Bandung memberikan resep ceker pedas yang menggugah selera kepada Okezone. Bahan-bahan 500 gr ceker ayam, bersihkan 1 buah jeruk nipis ½ sdt garam Minyak untuk menumis Bumbu halus 5 butir bawang merah 3 siung bawang putih 1 ruas jahe 1 ruas kunyit Bumbu sambal, haluskan 10 buah cabai merah keriting 5 buah cabai rawit merah 2 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 batang serai, memarkan Minyak untuk menumis Cara membuat 1. Lumuri ceker dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama beberapa menit. Bumbui dengan bumbu halus, aduk hingga bumbu rata, diamkan selama 10 menit; 2. Panaskan minyak, goreng ceker hingga matang, angkat dan tiriskan; 3. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu sambal hingga matang. Masukkan ceker dan masak hingga ceker terbalut bumbu, angkat. Sajikan dengan nasi putih hangat.(ndr/okz/dw/net)
JAKARTA (RIAUBISNIS.COM) - Mantan presiden BJ Habibie tak dapat menutupi kekecewaannya Minggu (24/5) malam ini. Penyebabnya, Presiden Joko Widodo tidak memenuhi undangan acara yang diselenggarakannya. Itu adalah acara pengukuhan pendiri Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) yang diselenggarakan di rumah Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (24/5). Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, tiba-tiba membatalkan kedatangannya 30 menit sebelum acara dimulai. Acara itu harusnya mulai pukul 19.00 WIB. Namun, sempat molor dan pada akhirnya Jokowi membatalkan untuk hadir. Padahal sejam sebelumnya, paspampres dan protokoler istana sudah mempersiapkan kedatangan presiden. "Saya mau minta maaf karena presiden tidak bisa datang. Setengah jam yang lalu beliau masih memastikan untuk hadir. Tetapi tiba-tiba beliau harus membatalkan, mendadak ada satu agenda yang tak dapat ditinggalkan," kata Habibie pada para tamu undangannya. Habibie tampak berusaha memahami kegiatan Jokowi tersebut. Meski ia tidak tahu alasan pasti Jokowi batal hadir. "Saya tidak tahu kenapa tapi ini urusan beliau," sambungnya. Habibie lalu mengenang kembali dirinya ketika menjabat sebagai kepala negara. Meski hanya 570 hari menjadi presiden, ia mengaku berhasil mengatur jadwal dengan baik. "Presiden selalu menghadapi ketidakpastian, tetapi sebagai seorang peneliti kalian tahu bagaimana menghadapi ketidakpastian. Seorang peneliti mampu membuat ketidakpastian menjadi terprediksi," ucapnya. Jokowi sudah mengutus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk menggantikannya. Namun, Anies tidak dapat hadir saat acara itu dimulai karena ia memiliki agenda lain. Anies datang beberapa menit setelah Habibie memulai kata sambutannya. Tadinya kehadiran Jokowi sangat diharapkan karena ia diminta mengukuhkan Habibie serta mantan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) (alm) Prof Samaun Samadikun dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) (alm) Prof Fuad Hassan sebagai pendiri AIPI. Pengukuhan dilakukan dalam resepsi makan malam Silver Jubilee AIPI di kediaman Habibie tersebut. Namun, pada akhirnya Jokowi batal hadir. Pengukuhan tersebut terlaksana setelah AIPI berdiri selama 25 tahun, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 8/1990 tentang AIPI. Dalam acara tersebut, dikukuhkan pula sepuluh orang AIPI Jubilee Member yang dinyatakan terpilih setelah proses penghitungan suara pada 14 April 2015. Mereka adalah Prof. Hendra Gunawan, Prof. Muladno, Prof. Djoko Tjahjono Iskandar, Prof. Endang Sukara, Prof. Armida Salsiah Alisjahbana, Prof. Dewi Fortuna Anwar, Prof. Ramlan Subakti dan Dr. Yudi Latif. (flo/jpnn)
SYDNEY (RIAUBISNIS.COM) - Toyota Fleet Management (TFM) merilis sebuah aplikasi terbaru bernama DriverDirect yang dirancang untuk mempermudah pelanggan dan pengemudi dalam mengatur armada. Aplikasi ini bisa digunakan oleh perusahaan penyewaan mobil atau pihak lain yang mengoperasikan banyak kendaraan. DriverDirect memiliki keuntungan antara lain penggunaannya sederhana serta menyediakan fitur- fitur yang berguna untuk pengemudi. "Salah satu tujuan TFM adalah untuk membuat manajemen kendaraan sederhana. Aplikasi DriverDirect memudahkan pengemudi merekam perjalanan dan biaya, dari pada menggunakan cara yang konvensional berupa logbook yang berbasis kertas," kata General Manager TFM, Ed Stanistreet, sebagaimana dikutip dari Motoring, Senin (25/5/2015). Ia menambahkan, DriverDirect juga memiliki beberapa fungsi menjukkan diler Toyota terdekat dan stasiun pengisian bahan bakar melalui layar ponsel yang terkoneksi dengan GPS. Selain itu, melalui aplikasi ini pengemudi bisa merekam perjalanan secara manual atau dengan GPS serta bisa mencatat dan mempublikasikan layaknya buku harian ke dalam format Excel dan PDF. Biaya asuransi, bahan bakar, pemeliharaan kendaraan, dan ban bisa diatur melalui aplikasi tersebut. Fitur lainnya, aplikasi ini bisa mengingatkan pengemudi bila SIM mereka mendekati waktu kedaluwarsa.(ton/okz/net)
JAKARTA (RIAUBISNIS.COM) Rencana pemerintah untuk melakukan pungutan terhadap ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akhirnya ditunda. Hal ini menyusul belum terbentuknya Badan Layanan Umum (BLU) yang akan menarik pungutan kepada para eksportir minyak sawit itu. "Jadi kami tidak mengikuti tanggal. Pokoknya, begitu BLU siap, maka harus jalan sawit fund-nya," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta. Bambang mengatakan saat ini proses pembentukan BLU sedang dilakukan. Pemerintah menargetkan bahwa pembentukan BLU selesai pada minggu pertama Juni. "Insya Allah dalam dua minggu selesai," ucap dia. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan untuk menerapkan pungutan terhadap CPO. Hal ini dilakukan untuk menopang harga sawit jika permintaan biodiesel meningkat. Aturan ini mewajibkan para eksportir untuk membayar pungutan US$50 per ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan $30 untuk pengiriman produk minyak kelapa sawit yang telah diolah. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa rencananya aturan itu akan diterapkan pada minggu keempat Mei yang ternyata tak terealisasi juga. Dia memperkirakan apabila pemerintah menerapkan kebijakan baru ini, maka pemerintah bisa menerima pemasukan sebesar $750 juta. Pungutan tersebut akan mendanai subsidi-subsidi biodiesel yang baru-baru ini diumumkan dan dapat menopang harga sawit jika permintaan biodiesel naik.(tnc/net/dw)

PT SAS International

Project Control Engineer (Duri – Riau)

Job Responsibilities:
  • Prepare project master schedule (project tracking)
  • Project risk identification & risk assesment 
  • Monitoring & adjusting the run of project
  • Earned Value Analysis
Job Qualification:
  • Minimum S1 Engineering (preferably Civil / Mechanical)
  • Minimum 3-4 years as relevant position in oil & gas or construction project
  • Computer literate is a must (MS Office, MS project/Primavera)
  • Earned Value Analysis Management
  • Familiar with ISO 9001:2008
================

Fleet Coordinator (Duri - Riau)

Job Responsibilities:
  • Set up maintenance asset strategy
  • Preventive-Predictive-Corrective Maintenance
  • Monitoring availability & reliability of vehicle
Job Qualification:
  • Minimum S1 Engineering (preferably Industrial / Mechanical))
  • Minimum 3-4 years as relevant position in oil & gas, mining, or manufacturing
  • Computer literate is a must (MS Office)
  • Asset Management – Maintenance Asset Strategy
  • Familiar with ISO 9001:2008
Please send your application letter with detailed resume/CV, stating details of qualifications and summary of experiences, present & expected salary, current photograph (color) and other supporting documents, not later than two weeks after this advertisement to:
HR SECTION
Jl. Raya Kebayoran Lama Pal. VII No. 31, Jakarta 12210
Website : sasinternasional.com

Closing Date: 30-05-2015

(sumber:http://carierr.blogspot.com)
Selatpanjang - Sebagai kabupaten termuda di propinsi Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti dalam beberapa tahun ini seolah berlari mengejar ketertinggalannya dibanding dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Riau. Dibandingkan pada saat masih bergabung dengan kabupaten induk yakni Bengkalis, pemekaran kabupaten merupakan berkah tersendiri bagi penduduk Kepulauan meranti.

Kabupaten kepulauan Meranti memiliki potensi ekonomi serta berkah alam yang luar biasa.Tidak banyak daerah di Propinsi Riau yang memiliki berbagai keunggulan alam. Memiliki kekurangan sekaligus memiliki berbagai potensi hasil bumi. Baik dari hasil kulit bumi, dasar laut dan juga perut buminya. Dengan berbagai potensi ini, Kabupaten Kepulauan Meranti diyakini akan menjadi kabupaten yang menjanjikan untuk peluang investasi.

Walau tidak memiliki air tawar dan juga tidak memiliki sungai mengalir, batu gunung, pasir dan tanah uruk yang menjadi bahan material bangunan, namun Kepulauan Meranti yang beribukota Selatpanjang sejak lama telah mampu membangun sejumlah properti bahkan hotel bertaraf bintang dengan standar international. Semua itu karena Meranti sejak lama telah dikenal sebagai daerah perdagangan yang maju.

Didukung dengan letak geografis yang sangat strategis, berada di gugusan Utara Pulau Sumatera, Kepulauan Meranti juga terletak dipinggir tol laut dunia. Yakni pelayaran yang melintas Selat Malaka, dan bertetangga dengan negara Singapura serta Malaysia.

Walau daerah Meranti saat ini masih menyandang predikat daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Riau, namun dengan sumberdaya alam yang melimpah ini, tak lama lagi potensi itu akan  bisa digali guna mengantarkan Meranti menjadi sebuah daerah otonom baru yang memiliki APBD tertinggi di Riau di masa datang.

Potensi Kopi Liberika Rangsang

Perkebunan Kopi di Kepulauan Meranti, telah tumbuh sejak dekade 80-an lalu. Salah satu Kecamatan yang memiliki potensi perkebunan kopi terbesar terdapat  di Kecamatan Rangsang Pesisir juga sebagian kecil di Kecamatan Rangsang Barat.

Menurut data dari Dinas Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Makmun Morod tahun 2014 lalu, luas kebun kopi di Meranti sebanyak 1.170 Ha. Di Desa Kedabu Rapat luas kebun itu terdapat sekitar 80%, dan sisanya 20% tersebar di desa-desa Kecamatan Rangsang Barat.

Murod menjelaskan, dari 1.170 Ha tersebut, 162 Ha terdapat kebun yang rusak atau mati karena akibat terendam air banjir atau pasang. Dan kondisi kebun kopi milik masyarakat itu umumnya juga sudah berumur tua dan butuh peremajaan atau penanaman kembali.

Menurut Kadishutbun ini, dari hasil penelitian yang diadakan beberapa waktu lalu, menyimpulkan bahwa kopi produksi Meranti, berada pada level excelent, Kopi andalan di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Murod, potensi Kopi di Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki prospek cerah di masa datang, sebab umumnya kopi yang beredar di pasaran hingga saat ini, belum ada yang menyamai kualitas produk kopi dengan jenis Liberika Rangsang itu.

Jenis kopi Liberika yakni, kopi dengan cita rasa sayuran ini dihargai dengan harga fantastis dan bahkan sejak lama telah dikenal luas di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Hanya saja di kedua negara jiran itu nama kopi produk Meranti atau Pulau Rangsang itu, tentu telah diubah karena yang melakukan penjualan ke negara tetangga itu adalah para pedagang yang mengumpulkan produk itu dari Kepulauan Meranti.

Kopi Luwak Nur Jaya

Adalah Nyoto (52) tahun yang menjadikan kopi liberika asal Pulau Rangsang itu menjadi harga yang lebih  fantastis. Karena kopi tersebut diproduksi melalui fermentasi lewat pencernaan hewan Musang Kelapa (Luwak), dan dikeluarkan melalui pembuangan yang ternyata berfungsi menetralkan segala macam penyakit.

Kalau harga kopi liberika biasa dihargai 34.000 per kilo nya, maka setelah di melalui permentasi di perut Luwak, maka harga kopi tersebut bisa mencapai harga jutaan perkilonya.

Harga kopi luwak terkenal mahal karena dalam prosesnya, Luwak hanya mencari buah kopi yang memiliki kematangan minimal 90 persen. Dengan penciuman yang tajam, luwak hanya memakan 1-2 buah dalam satu pohon. Dengan begitu, kopi yang diambil oleh luwak adalah kopi dengan nilai kematangan tertinggi, yang tentunya amat berpengaruh pada cita rasa kopi itu nantinya.

“Kopi liberika dari Pulau Rangsang Kepulauan Meranti ini ternyata satu-satunya jenis kopi yang ada  Indonesia. Walau di Jambi juga terdapat jenis kopi liberika, tapi kualitas rasa Liberika Rangsang lebih cenderung ke jenis excelent. Dan itu terungkap ketika Badan Penelitian dari Bogor mengunjungi kebun kopi kami", ungkap Nyoto.

Pada awalnya kopi luwak liberika asal Meranti ini belum diketahui oleh publik.Namun karena tekadnya ingin memperkenalkan kopi asli tanah Rangsang ini, maka sejak tahun 2010 lalu, pada acara pesta rakyat Bokor Riviera
Nyoto bertekad mengenalkannya, lewat pameran yang difasilitasi pemerintah walaupun pada waktu itu ia hanya mengantongi izin sementara dari Diskes Kepulauan Meranti.

Nyoto mengisahkan, waktu itu Bupati Kepulauan Meranti mengunjungi stand Kopi Luwak Meranti dan sempat mencicipinya. Saat itu Bupati Irwan, mengapresiasi dan merekomendasikan bahwa Kopi Luwak asal Pulau Rangsang itu memiliki cita rasa tinggi dan punya prospek maju. Maka sejak itulah bupati juga mulai mempromosikan hingga dikenal ke berbagai pelosok tanah air, dan usaha kopi luwak itu diberi nama Nur Jaya", tutur Nyoto.

Berasal dari Malaysia

Awalnya Nyoto datang ke Pulau Rangsang tahun 1967 silam. Saat itu ia merupakan petani kopi biasa. Karena ingin mencari pendapatan lebih, ia bersama keluarga sempat merantau ke negeri jiran bahkan menetap di sana hingga selama 25 tahun.

Tahun 1997 ia berniat untuk kembali ke Pulau Rangsang untuk meneruskan usaha orang tuanya, yakni sebagai pengumpul kopi. Namun seiring berjalannya waktu dan teringat akan pesan neneknya, bahwa kopi yang dikonsumsi Musang Kelapa itu enak, maka sejak itulah ide membuat kopi luak mulai digagas.

Saat ini Nyoto mempunyai 8 ekor luwak yang ditangkar di belakang rumahnya. Setiap hari  luwak tersebut diberi makan kopi hingga memproduksi 1 ons biji kopi per ekornya. Sedangkan untuk luak liar yang berkeliaran di sekitar areal perkebunnya, bisa memproduksi hampir setengah kilo biji kopi luak.

Berkat kegigihanya sampai saat ini Nyoto sudah berkeliling Indonesia dan diundang dalam berbagai event untuk berbicara di depan umum sebagai narasumber.

Ia juga pernah mendapat penghargaan dari event Small Medium Enterprises and Cooperatives (SMESCO) Festival ke-12 tahun 2014 di Jakarta Convention Center (JCC) yang digelar oleh Kementerian Perindustrian saat itu.

Kendala Nyoto, selain memiliki propek maju kopi luwak tersebut, mereka sebagai pekebun kopi sangat khawatir dengan musibah yang melanda. Menurutnya ada bencana yang mengancam masa depan perkebunan kopi di wilayah itu yakni terjadinya pendangkalan kanal atau tali air yang biasanya membawa air banjir ke laut.

Pendangkalan tersebut menjadi kendala serius terutama saat musim penghujan. Hujan turun bersamaan tingginya air pasang menjadi kendala dan ancaman mematikan perkebunan kopi.

Nyoto mewakili para pekebun lainnya berharap pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten agar membangun irigasi, bendungan dan pintu klep air. Gunanya untuk mengalirkan air dari darat ke laut dan menghambat lajunya intrusi  air laut.

Diungkapkannya, lima tahun terakhir masyarakat sempat menanam kopi di berbagai lahan yang ada. Namun seiring dengan buruknya jaringan irigasi dan tingginya debit air yang merendam akar tanaman kopi itu, akhirnya banyak tanaman mati layu.

Dan saat ini para pekebun juga telah mengalihkan usahanya dengan menanam pohon karet. Dan kita berharap potensi kopi ini agar tidak sampai redup dan diharapkan pemerintah tampil mengatasi persoalan itu.

Harapan Besar

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Syamsuar Ramli menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Disperindag mendukung sepenuhnya usaha kopi luwak yang  digeluti masyarakat Pulau Rangsang.

Pihaknya tahun 2014 lalu telah membantu pengadaan mesin pengering dan juga mesin penggiling yang diterima langsung oleh Nyoto. Menurut Nyoto, pihak Disperindag saat ini juga sedang merancang promosi ke berbagai tempat-tempat strategis di tanah air. Seperti di pelabuhan laut dan juga di pelabuhan udara. Selain itu Disperindag juga sedang merancang promosi melalui website disperindag yang akan dilaunching dalam tahun ini juga.

Syamsuar juga mengatakan, pemerintah mendorong produksi kopi luwak tersebut. Sehingga nantinya bisa menutupi kuota yang dibutuhkan. Tentunya diharapkan juga kepada para pekebun agar menambah produksi kopinya baik dari hasil panen sebagai buah segar atau mentah, maupun produksi dari hasil fermentasi Musang tersebut.

Ditambahkannya, dinas yang dipimpinnya akan terus mendukung usaha masyarakat sehingga produk kopi luwak itu semakin meluas.

Terkait masalah nama dan packingan produk itu, Syamsuar mengaku untuk sementara masih menggunakan nama produk lama yakni Kopi Luwak Nur Jaya. Hanya saja dalam perjalanan nanti akan dilakukan perbaikan. Dan juga takaran volume kemasan yang ada akan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan selera pasar.

Syamsuar yakin, dengan dukungan pemerintah daerah maka kopi luwak Nur Jaya itu akan semakin dikenal luas. Tentunya akan menambah pendapatan para pekebun dan juga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah.(JH)



WATES (RIAUBISNIS.COM)– Budidaya katak hijau atau bullfrog menjadi salah satu peluang usaha yang memungkinkan dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Budidaya hewan ampibi ini tidak membutuhkan ruangan luas, mudah dalam pemeliharaan dan lebih menguntungkan.

Ramli Samosir (40) seorang warga Durungan RT49/22, Kelurahan/Kecamatan Wates, Kuloprogo, DIY, sudah dua tahun terakhir melakukan ujicoba budidaya katak hijau di beberapa kolam kecil di samping rumahnya.
Mulai kecebong dari hasil penetasan sampai menjadi katak untuk ukuran konsumsi, sudah laku terjual dengan harga bervariasi. Harga kecebong umur satu bulan sekira Rp250 per ekor dan setelah menjadi percil umur tiga bulan berkisar diantara Rp1.000 – Rp1.200 per ekor dan Rp450 – Rp500 per ekor.

Katak hijau untuk ukuran konsumsi umur sekira enam sampai tujuh bulan, harga di pasaran sekira Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram (kg). Katak hijau 1 kg berisi antara enam sampai tujuh ekor.

Banyak orang dari berbagai daerah datang ke rumah Ramli Samosir sekadar untuk belajar budidaya atau membeli katak hijau. “Pada awalnya hanya hobi dengan membeli satu pasang indukan ke rumah teman yang sudah lebih dulu budidaya katak hijau,” kata Ramli.

Penasaran dengan kecebong katak hijau, Ramli membeli telur katak untuk ditetaskan. Satu pasang indukan yang dibeli dari temannya bertelur dan berhasil menetas menjadi sekitar 3.000 kecebong. Selama dalam pemeliharaan mulai dari kecebong sudah laku terjual.

Di kolam sekitar ukuran 1,5 X 1,5 meter diisi sekitar 100 pasang indukan. Setiap ada yang siap bertelur disendirikan bersama pejatan di kolam pemijahan. Hanya dalam waktu beberapa hari, telur sudah menetas menjadi kecebong.

Menurutnya, untuk memelihara katak hijau jenis bullfrog, tidak sulit. Setiap hari diberi pakan dua kali, menggunakan pelet yang biasa diberikan untuk makanan lele.

Untuk kecebong umur 13 hari sampai dua bulan diberikan pelet ukuran denol. “Air kolam harus sering diganti sekitar lima hari sekali. Jika air kotor dibiarkan, katak mudah terserang jamur,” ujarnya.
(mbs/okz/dw/net)   




BATAM (RIAUBISNIS.COM) - Status Free Trade Zone (FTZ) yang disematkan ke Batam bisa dikatakan jalan di tempat. Bagaimana tidak, data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat menempatkan Batam diurutan 20 sebagai kota dengan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia. Pengusaha pun meminta BP Batam untuk terus meningkatkan pelayanan.

Siswantoro, Direktur Sarana dan Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM mengatakan mulai tahun 2010 sampai triwulan I tahun 2015 lalu Batam belukm bisa bersaing dengan daerah-daerah yang ada di Jawa. 

Batam hingga tahun yang disebutkan hanya memiliki investasi sekitar 1.272.401.000.000 US Dolar. Tetapi investasi ini belum termasuk dalam sektor migas dan sektor keuangan.

"Batam itu hanya diurutan 20. Masih kalah bersaing dengan sejumlah daerah di Jawa, termasuk beberapa di daerah Kalimantan," katanya.

Untuk urutan pertama PMA di Indonesia masih dipegang oleh Jakarta Selatan diikuti Bekasi, Jakarta Pusat, Kerawang, Cilegon, Mimika, Balik Papan, Probolinggo, Banggai, Gresik, Sumbawa, Jakarta, Purwakarta, Siak, Serang, Tangerang, Bogor dan Ketapang.

Terkait hal tersebut, Siswantoro mengimbau semua perwakilan BKPM di pusat termasuk BP Batam untuk terus meningkatkan pelayanan. Pelayanan Terpadu Satu Pintu harus terus berbenah dan harus sesuai dengan di pusat.

"Jika perizinan di pusat hanya tiga hari misalnya, maka di daerah tidak bisa lebih dari situ. Justru harus diusahakan lebih cepat. Kenapa dipusat bisa cepat padahal lebih banyak yang diurus," katanya.

Lima Investasi PMA yang paling banyak di Batam masih didominasi sektor logam dasar, barang logam, Mesin dan Elektorik. Kemudian sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi. Urutan ketiga adalah sektor industri alat angkutan dan tranportasi lainnya, kemudian diurutan keempat adalah industri kimia dasar, barang kimia dan Farmasi. Dan urutan kelima adalah Hotel dan Restoran.

"Sebenarnya bukan hanya di Batam yang perlu ditingkatkan. Di seluruh kabupaten/kota di Indonesia juga harus terus ditingkatkan," katanya.

Sementara negara penanam investasi terbesar di Batam masih tetap didominasi oleh negara-negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia. Kemudian beberapa negara dari Asia Timur, seperti tiongkok, Korea dan beberapa negara di Amerika.

Terkait hal ini, Ketua Apindo Kepri Cahya meminta BP Batam untuk terus meningkatkan pelayanan. Di mana saat ini, ekonomi global sedang bermasalah. Dengan kondisi ekonomi global yang ada sekarang ini, maka BP Batam tidak boleh lengah.

"BP Batam harus terus berbenah dan meningkatkan pelayanan. Jangan sampai kita terus ketinggalan dan tidak mampu bersaing dengan negara tetangga," katanya.

Dalam hal berpromosi keluar daerah maka harus sama dan diimplementasikan ketika investor sudah berniat menanamkan modal di Batam. Termasuk mempermudah perizinan yang ada di PTSP BP Batam.

"Saya akui, belum ada keluhan terkait PTSP. Sejauh ini masih berjalan baik di PTSP. Tetapi harus terus ditingkatkan dan bisa lebih cepat untuk pengurusan penanaman modal," katanya.

Cahya mengatakan bahwa BP Batam harus siap untuk menjemput bola ke daerah manapun. Bahkan dalam kondisi seperti apa pun, BP Batam harus membuat calon investor senyaman mungkin.

"Ibaratnya, kalau tengah malam pun ada orang mau masuk ke rumah kita, harus kita layani dengan baik. Jangan sampai dia lari ke rumah orang lain," katanya.


Sementara itu, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Investasi BP Batam Dwi Djoko Wiwoho tetap bersikukuh bahwa Batam masih tetap menjadi primadona untuk investor asing. Selain status FTZ, ini juga tidak lepas dari dibebaskannnya biaya perizinan untuk semua PMA yang hendak masuk ke Batam.

"Kalau biaya perizinan sama sekali tidak ada. Itu gratis. Itu salah satu daya tarik Batam yang membuat investor dimudahkan di sini," katanya.

Di mana dalam pengurusan perizinan hanya membutuhkan waktu paling lama seminggu atau enam hari kerja. Tapi terkadang daam beberapa kasus ada yang tidak lengkap persyaratan. Dan pasti akan tambah lagi waktunya.

Dalam pengurusan izin PMA ini, biasanya dilakukan oleh notaris yang ada di Indonesia. Kalau ada biaya dari investornya, maka itu kepada notaris , bukan kepada BP Batam.

"Itu kesepakatan kedua belah pihak. Kalau ke kita, itu tidak ada. Notaris yang biasa mereka pakai. Karena tidak mungkin pengusaha asing datang ke Indonesia," katanya.

Sementara Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Andi Antono mengatakan bahwa syarat untuk PMA masuk ke Batam tidak termasuk sulit. Hampir sama dengan daerah lain, bahkan bisa dikatakan lebih mudah.
Syaratnya harus memasukkan aplikasi, dan modal awal minimal satu juta Dollar Amerika.

"Minimal modalnya harus Satu Juta Dollar atau Rp 10 miliar, kurs Rp 10 ribu. Kalau syarat-syarat lainnya. Standard saja seperti harus ada akte perusahaan dan sebagainya," katanya.

Di mana persyaratannya untuk pengurusan izin ini tetap standar. Untuk penanaman modal maka pemohon bisa mengajukan baik yang sudah berbadan hukum Indonesia maupun yang  belum berbadan hukum Indonesia. Di mana di sana akan dilampirkan bidang usaha, lokasi proyek, perkiraan nilai ekspor, jumlah tenaga kerja dan rencana nilai investasi.

Khusus untuk yang berbadan hukum Indonesia maka harus dilengkapi dengan rekaman akta pendirian perusahaan dan perubahannya, rekaman pengesahan anggaran dasar perusahaan dan persetujuan/pemberitahuan atas perubahan dari Menkum dan HAM, NPWP, dan bukti diri pemegang saham.

Sementara yang belum berbadan hukum Indonesia maka harus memiliki lampiran surat dari instansi pemerintah negara yang bersangkutan atau surat yang dikeluarkan oleh keduataan besar negara yang bersangkutan di Indonesia. Ini wajib, jika pemohon adalah negara asing. Jika pemohon adalah perseorangan asing maka harus melampirkan paspor yang berlaku. (ian/ray/jpnn/net)

JAKARTA (RIAUBISNIS.CO) - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi hari ini secara resmi mendapatkan kepercayaan pengelolaan tiga blok minyak dan gas bumi, yaitu Blok Abar, Blok Anggursi, dan Blok Migas Non Konvensional (MNK) Sakakemang.

PHE Abar dan PHE Anggursi, dua perusahaan afiliasi dari Pertamina Hulu Energi, bertindak selaku operator dengan participating interest 100 persen pada dua blok migas, yaitu Blok Abar dan Blok Anggursi yang keduanya merupakan wilayah kerja migas offshore tersebut.

Adapun, pada MNK Sakakemang, PHE Sakakemang memegang participating interest sebesar 50 persen, bermitra dengan Bukit Energy Resources Sakakemang Deep Pte Ltd yang bertindak selaku operator dengan participating interest 50 persen. Ketiga production sharing contract tersebut akan berlaku selama 30 tahun.

“Kami sangat bangga mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola blok-blok migas tersebut. Blok-blok ini sekali lagi memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk membuktikan kemampuan dan kapasitasnya dalam mengelola wilayah kerja lepas pantai yang sangat menantang. Kita tahu, sumber daya migas Indonesia di masa mendatang akan banyak bergantung pada wilayah kerja offshore yang lebih sulit dan menantang. Adapun, keterlibatan Pertamina di MNK Sakakemang juga menjadi milestone positif bagi perusahaan untuk terlibat lebih banyak dalam pengelolaan blok-blok migas non-konvensional di Indonesia,” kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Pengembangan bisnis hulu merupakan salah satu dari lima pilar prioritas strategis Pertamina untuk mencapai visi sebagai World Class National Energy Company pada 2025. Dengan semangat aggressive upstream, profitable downstream Pertamina terus berupaya untuk dapat meningkatkan kontribusinya sebagai NOC dari posisi saat ini yang masih sekitar 23 persen terhadap total produksi nasional.

Hingga kuartal I-2015, produksi minyak Pertamina mencapai 248,4 MBOPD dan gas 1,63 BSCFD. Catatan kinerja tersebut cukup positif di tengah produksi migas nasional yang terus turun.(uky/okz/dw)   
JAKARTA (BISNISRIAU.CO) - Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan turun Rp2.000 ke harga Rp555.000 per gram. Sementara harga pembelian kembali (buyback) dipatok pada harga Rp498.000 per gram.

Dikutip dari situs resmi Logammulia, Jumat (22/5/2015), harga emas 2 gram dihargai Rp1.070.000, dengan harga per gramnya senilai Rp535.000. Sedangkan harga emas 2,5 gram dihargai Rp1.327.000 dengan harga per gramnya senilai Rp531.000.

Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.587.000 dengan harga Rp529.000 per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp2.104.000, dengan harga per gram Rp526.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.630.000 dengan harga per gramnya dihargai Rp526.000. Harga emas 10 gram dipatok Rp5.210.000, dengan harga per gram Rp521.000.

Sementara, harga emas 25 gram Rp12.950.000, dengan harga per gram Rp518.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.850.000, dengan harga per gram Rp518.000.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp51.650.000, dengan harga per gram Rp516.500 dan harga 250 gram mencapai Rp129.000.000, dengan harga per gramnya dipatok pada harga Rp516.000. harga 500 gram mencapai Rp257.800.000, dengan harga per gramnya dipatok pada harga Rp515.600.

Namun, untuk emas 2 dan 500 gram tidak tersedia pada hari ini.(rzy/okz/dw)   
JAKARTA (DUMAIPOS.CO) - Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan dijual di kisaran Rp557.000 per gram. Sementara harga pembelian kembali (buyback) dipatok pada harga Rp497.000 per gram.

Dikutip dari situs resmi Logammulia, Kamis (21/5/2015), harga emas 2 gram dihargai Rp1.074.000, dengan harga per gramnya senilai Rp537.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.593.000 dengan harga Rp531.000 per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp2.112.000, dengan harga per gram Rp528.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.640.000 dengan harga per gramnya dihargai Rp528.000. Harga emas 10 gram dipatok Rp5.230.000, dengan harga per gram Rp523.000.

Sementara, harga emas 25 gram Rp13.000.000, dengan harga per gram Rp520.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.950.000, dengan harga per gram Rp519.000.

Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp51.850.000, dengan harga per gram Rp518.500 dan harga 250 gram mencapai Rp129.500.000, dengan harga per gramnya dipatok pada harga Rp518.000. Namun, untuk emas 1 dan 25 gram tidak tersedia pada hari ini.
(mrt/okz/dw)   
JAKARTA (BISNISRIAU.COM) -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2016 berada pada angka 5%-6%. Foto: ilustrasi/Istimewa
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 berada pada angka 5%-6%. Pertumbuhan tersebut diharapkan terealisasi seiring kondisi ekonomi global yang mulai membaik, seperti Eropa, Amerika, dan Jepang.

"Karena pertumbuhan ekonomi di 2016 ada peran dari goverment spending dan investasi yang cukup besar. Oleh karena itu kalau di 2016 kita melihat kondisi yang lebih baik, maka akan berada di antara 5%-6%," kata Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo di Gedung BI, Jakarta.
Meski pemerintah mengajukan range pertumbuhan ekonomi 2016 berada di range 5,8%-6,2%, namun menurut Agus pertumbuhan ekonomi akhir 2016 belum bisa melebihi angka 6%.

"Jadi masih ada di tengah 5%-6%, tetapi tentu pada saat pembahasan pertemuan awal antara pemerintah dan DPR di mana BI juga akan di undang maka kami akan menyampaikan lebih detail terkait forecast 2016," jelasnya.

Secara umum, lanjut Agus, pertumbuhan ekonomi 2015 akan ada perbaikan terutama pada semester II/2015. Menurutnya, hal ini didukung oleh meningkatnya konsumsi dan investasi sejalan dengan meningkatnya realisasi pengeluaran fiskal oleh pemerintah serta meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan.

"Semester kedua kami melihat bahwa yang dicanangkan pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur, mengundang investor untuk masuk ke Indonesia, termasuk upaya-upaya untuk merealisasikan anggaran akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di semester II," paparnya.

Ke depan, percepatan realisasi belanja pemerintah baik di kementrian/lembaga dan untuk implementasi proyek-proyek infrastruktur menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi 2015.(izz/okz/dw)
JAKARTA (BISNISRIAU.COM) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini tengah melakukan uji lab terkait temuan beras yang diduga beras plastik. Jika hasil lab menunjukan benar itu merupakan beras plastik, maka kan dilakukan penelusuran distribusi beras tersebut.

Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo menegaskan, pihaknya akan serius menangani hal ini. Pasalnya beras merupakan makanan utama masyarakat Indonesia.

"Kami uji lab dulu, jika benar bakal kami telusuri," ujar Widodo saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Dirinya juga berjanji akan menelusuri jalur distribusi beras plastik hingga importir dan akan menindak tegas. Pasalnya saat ini Pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan untuk impor beras.

"Mudah-mudahan ketemu sampai importirnya. Karena dari Kementerian Pertanian tidak merekomendasikan impor beras. Kemendag juga tidak mengeluarkan izin impor beras," imbuhnya.

Oleh karena itu, sambung Widodo, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk dilakukan pencarian terkait adanya impor beras.

"Kalau memang benar ada importir yang masukan beras plastik ini, orang ini sama sekali tidak punya rasa manusiawi dan nasionalisme," pungkasnya.(rzy/okz/dw)   
BEIJING (BISNISRIAU.COM) – Setelah sukses menggelar Huawei P8, Huawei dikabarkan sedang bersiap meluncurkan generasi penerusnya yang dijuluki Huawei P9. Hal tersebut terkuat dikarenakan munculnya prototype ponsel yang diduga sebagai Huawei P9.

Dilansir Phone Arena, Kamis (21/5/2015), ponsel yang diduga sebagai Huawei P9 memiliki kode nama IP03, dan dilaporkan memiliki perubahan yang signifikan dibanding dengan generasi penerusnya, terutama pada desain lengkung dan posisi pemindai sidik jari di panel belakang.

Bagian lengkung yang digunakan Huawei P9, bisa merupakan layar atau bahkan bodi ponsel Huawei P9. Terlepas dari itu semua, Huawei P9 dilaporkan memiliki dimensi layar 5,2 inci, sama seperti Huawei P8, tetapi kemungkinan sensor kamera Huawei P9 akan lebih besar dibanding dengan Huawei P8.

Dalam segi dapur pacu, Huawei P9 dilaporkan akan menggunakan chipset baru, Kirin 950, yang kabarnya akan dibuat menggunakan prosesor 16nm. Di sisi lain, Huawei P8 dibuat menggunakan prosesor Kirin 930.

Seperti diketahui sebelumnya, Huawei meluncurkan smartpone flagship Huawei P8 pada April lalu. Huawei P8 juga dibekali dengan Corning Gorilla Glass 3 dan penggunaan RAM 3GB.
(amr/net/w)
JAKARTA - Arus masuk investasi portofolio asing selama kuartal I/2015 tercatat senilai US$8,4 miliar atau Rp109,2 triliun (kurs Rp13.000 per dolar AS.)

Jumlah tersebut jauh lebih besar dari kuartal sebelumnya yakni kuartal IV/2014 hanya senilai US$62 juta.
Berdasarkan laporan neraca pembayaran Indonesia yang dirilis Bank Indonesia, meningkatnya aliran masuk investasi portofolio asing tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya net beli asing atas Surat Utang Negara (SUN) adanya penerbitan obligasi global pemerintah senilai US$4 miliar sebagai salah satu sumber pembiayaan fiskal.

"Di tengah berlanjutnya ketidakpastian di pasar keuangan global, investor nonresiden terus menambah kepemilikannya atas surat berharga domestik didorong oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi domestik," tulis Bank Indonesia seperti yang dikutip Bisnis.com, Sabtu (16/5/2015).

Investor asing kembali tercatat melakukan net beli saham domestik setelah pada kuartal sebelumnya yakni kuartal IV/2014 membukukan net jual.

Outlet dana asing selama kuartal I/2015 bertambah dengan adanya penerbitan global bond korporasi.
Dalam dinamika selama kuartal I/2015, investor asing tercatat melakukan net jual atas instrumen portofolio rupiah, terutama SUN dan saham, pada Maret 2015 didorong sentimen global berupa concern investor terkait rencana kenaikan suku bunga the Fed (Fed Fund Rate).

Di sisi aset, transaksi investasi portofolio pada kuartal I/2015 tercatat surplus US$0,4 miliar seiring net jual Indonesia atas instrumen portofolio asing.

Dengan memperhitungkan aliran aset investasi portofolio tersebut, investasi portofolio neto pada kuartal I/2015 mencatat surplus sebesar US$8,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus US$1,9 miliar pada kuartal sebelumnya.

Perkembangan investasi portofolio pada kuartal I/2015, aliran masuk dana asing pada instrumen SUN yang berdenominasi rupiah mencapai US$3,0 miliar, lebih besar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya senilai US$1,0 miliar.

Seiring dengan kondisi tersebut, kepemilikan asing pada SUN berdenominasi rupiah pada akhir kuartal I/2015 kembali naik menjadi sekitar US$36,6 miliar atau 42,8% dari total posisi SUN rupiah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya senilai US$35,5 miliar atau sebesar 41,6% dari total posisi SUN rupiah.

Berkebalikan dengan perkembangan SUN, investor asing pada kuartal I/2015 melakukan net jual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) senilai US$124,9 juta setelah pada kuartal sebelumnya mencatat net beli senilai US$66 juta.

"Kondisi ini menyebabkan posisi SBI oleh asing menurun tajam menjadi hanya 0,2% dari total posisi SBI dari sebelumnya 2,1%," tulis Bank Indonesia.

(sumber:http://finansial.bisnis.com)
Jakarta, FK — Sidang dugaan gugatan penggelapan PT Pertamina cq Pertamina UP II Dumai terus berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/3). Kali ini berlangsung penyerahan bukti dari tergugat Pertamina. Penggugat, Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Dumai hadir menyaksikan.
Gugatan APBMI Dumai berdasar temuan mereka, yang mendapati Pertamina Dumai secara sengaja tidak melibatkan perusahaan bongkar muat dalam pengapalan Green Coke, residu olahan minyak, di Pelabuhan Pertamina Dumai sejak 2002 hingga kini. Hal itu melanggar UU Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran yang menyatakan bahwa proses bongkar muat di pelabuhan harus menyertakan perusahaan.
Dalam beberapa pertanyaan dalam sidang, Pertamina menyatakan diri sebagai badan hukum yang berpatokan pada UU Migas. “Jika demikian jelas, Pertamina adalah perusahaan migas. Bukan perusahaan berbadan hukum yang dapat melakukan kegiatan bongkar muat,” ungkap Ketua APBMI Dumai Ahmad Jony Marzainur di PN Jakarta Pusat, Selasa (14/3).
Hal lain yang dimasalahkan adalah soal Green Coke. Dalam ketentuannya, pokok usaha Pertamina adalah pengolahan minyak dan gas, antara lain solar, premium, avtur, oli dan lainnya. Green Coke, yang selama ini diperdagangkan Pertamina, tidak termasuk dalam pokok usaha Pertamina. Green Coke adalah residu atau ampas dari proses produksi Pertamina. Namun masih memliki nilai ekonomis lantaran terbukti diperdagangkan Pertamina selama ini. Hal ini juga menjadi pertanyaan APBMI Dumai. “Green Coke itu bukan pokok usaha Pertamina. Ini menjadi persoalan hukum: apakah Green Coke termasuk bagian dari pendapatan Pertamina selama ini?” tanya Jony.
Ia berharap, lewat gugatan ini perdagangan Green Coke yang selama ini dilakukan Pertamina bisa diperoleh kejelasan apakah masuk ke kas negara atau tidak, berikut pajaknya. Jika tidak dapat dibuktikan adanya penerimaan negara dari situ, dapat diduga perdagangan GreenCoke selama ini berlangsung di bawah meja.
Pekan depan sidang berlanjut dengan agenda kesimpulan masing-masing pihak.
(sumber-http://forumkeadilan.com)