Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru



MERANTI - Ulah Za oknum anggota DPRD Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), yang diduga melontarkan kata-kata ancaman terhadap Zainal Abidin Mohan (46) Cs, Wartawan iNews (grup MNC media, red), saat melakukan kegiatan jurnalistik, mengundang kecaman dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.


Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Meranti, Ahmad Yuliar S Ikom, kepada RiauGreen.com, Jumat (28/8/2015), mengaku sangat menyayangkan perilaku Za terhadap insan pers tersebut. Seyogyanya, Za sebagai penjembatan aspirasi rakyat mengeluarkan kata-kata tidak enak didengar (mengancam, red) kepada wartawan, dan seolah-olahnya ia (Za) mengurangi wibawa institusi wakil rakyat itu sendiri.


"Kita sangat menyayangkan terjadinya tindakan yang tidak menyenangkan terhadap insan pers di Karimun. Seharusnya, Za sebagai publik figur mengayomi dan punya etika saat mengeluarkan kata-kata," ucap Amek yang saat itu didampingi Sekjend PWI Meranti, Rizal S Ikom.


Dia juga mengatakan, terkait berita sebelumnya yang memberitakan tentang pengambilan gambar dan video kapal yang bongkar-muat di sekitar Coastal Area, Karimun, Kepri, pada Selasa (25/8) sekitar pukul 14.00 WIB oleh wartawan dan diduga barang itu milik Za, dan saat ini mengundang amarah Za, menurut Amek, seharusnya permasalahan seperti itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin. "Bukan malah mengeluarkan kata-kata ancaman," imbuhnya.


Dia juga berharap, agar hal serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. "Hormatilah UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers," tegasnya.


Kendati demikian, Ia mempercayai Kapolres Karimun sebagai pemangku hukum tempat diberikan pengaduan pengancaman, dapat menyelesaikan dan memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku. Dan dia juga meminta pemangku penyelenggara organisasi profesi di Karimun mengawal kasus tersebut.


"Jika memang ada indikasi pidana, tegakkan keadilan. Hukum mereka sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini perlu dilakukan agar kedepannya pihak-pihak lain tidak semena-mena terhadap wartawan," harapnya.


Seperti diberitakan sebelumnya oleh beberapa media lokal di Provinsi Kepri, bahwa Za oknum anggota DPRD Karimun tersebut melakukan pengancaman terhadap Zainal Abidin Mohan Cs saat melakukan peliputan, pada Selasa (25/8/2015) siang .


Permasalah pun terbilang sepele, yakni Zainal Cs mengambil gambar dan video kapal Za yang melakukan aktivitas bongkar muat di sekitar perairan Coastal Area.


Diduga tak terima hendak diberitakan, Za lalu mendatangi sejumlah wartawan itu dan mengeluarkan kata-kata ancaman.


Ancaman tersebut juga, menurut keterangan Zainal, selain disaksikan kawan-kawannya juga diduga didengar oleh sejumlah pegawai Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, mengingat kejadiannya di dalam ruang tunggu KSOP Tanjungbalai Karimun.


Akibat perbuatan Za, Zainal Cs pun melaporkannya ke Polres Karimun, dengan LP-B/192/VIII/2015/KEPRI/SPK-RES KARIMUN, tertanggal 26 Agustus 2015 sekitar pukul 11.30 WIB.


Kini kasus tersebut sedang diproses di meja Polres Karimun, Provinsi Kepri.(nur)


 

(Sumber :http://riaugreen.com)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencanangkan kenaikan target ekspor nonmigas sebesar 300 persen hingga 2019. Target tersebut dianggap tidak realistis.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Fitra Faisal, memandang target tidak masuk akal tersebut hanya sebagai nafsu politik pemerintah yang ingin mendapat hasil instan. Sehingga, bisa menggaet kembali kepercayaan pemerintah.

"Tidak ada hasil instan, semuanya perlu waktu. Target peningkatan ekspor 300 persen itu tidak ada perhitungannya. Kalau dulu waktu 1998 kita bisa bounce pada 1999 dengan ekspor meningkat beruntung karena pasar komoditas sedang bagus, dan negara tujuan ekspor tidak terganggu kondisi global," tuturnya di MNC Business Channel, Rabu (5/8/2015).

Bukan hanya itu, target yang dicanangkan oleh Rachmat Gobel juga tidak sesuai target pertumbuhan ekspor nonmigas yang tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015–2019. Dalam RPJM tertulis pertumbuhan ekspor nonmigas hanya tumbuh maksimal dua digit yakni 8,0 persen (2015); 9,9 persen (2016); 11,9 persen (2017); 13,7 persen (2018); dan 14,3 persen (2019).

"Ini tidak sinkron, target berkali-kali lipat itu tidak ada di RPJM. Optimis itu harus, tapi kalau buat rencana jangan yang tidak nyambung seperti ini," pungkasnya.
(rzk/okz)   
JAKARTA  – Tarif tenaga listrik (TTL) per Agustus 2015 mengalami penyesuaian harga menggunakan tariff adjustment (TA).

Sebagaimana dilansir laman PLN, Kamis (6/8/2015), tarif listrik golongan tegangan rendah (TR) dengan daya 3.500 volt ampere (va) hingga 200 kilovolt Ampere (kvA) mengalami penurunan Rp1 per kilowatt hour (kwh).

R-2 dengan daya 3.500 sampai 5.500 va, Golongan R-3 dengan daya 6.600 va ke atas, dan Golongan B-2 dengan daya 6.600 hingga 200 kva mengalami penyesuaian dari Rp1.548 menjadi Rp1.547 per kwh.

Golongan tegangan menengah (TM) B-3 dengan daya di atas 200 kva dan Golongan I-3 dengan daya di atas 200 kva, tarif listriknya menurun dari Rp1.219 menjadi Rp1.218 per kwh.

Golongan I-4/tegangan tinggi (TT) dengan daya 30.000 kva ke atas, tarifnya menurun dari Rp1.087 menjadi Rp1.086 per kwh.

Penurunan tarif listrik dilakukan lantaran harga minyak bumi mengalami penurunan. Selain itu, penyebab lain turunnya tarif listrik antara lain dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi dua bulan sebelum tarif itu ditetapkan.

Sekadar diketahui, dalam penetapan TTL pada Agustus 2015, nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS dari Mei 2015 Rp13.141 menjadi Rp13.313 per dolar AS pada Juni.

Sedangkan ICP Mei 2015 dari USD61,86 menjadi USD59,40 per barel pada Juni 2015. Kemudian inflasi Mei 2015 berada di kisaran 0,50 persen naik menjadi 0,54 persen pada Juni 2015.
(rzy/okz)