Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru



Walikota Membuka Festifal Lampu Colok. secara simbolis.

Aneka hiasan Lampu Colok mewarnai Gelar Budaya Lampu Colok Kota Dumai 1438 H, Rabu (20/06/2017).

Festival lampu colok dijadikan budaya oleh masyarakat kota Dumai.  Walikota dengan dedampingi Kadis Pariwisata dan staf, Ajang ini memberi kesan tersendiri pada malam 27 Ramadhan di Kota Pelabuhan.





Cahaya Lampu Colok menyinari sejumlah titik jalanan kota, sangat memberikan inspirasi pada masyarakat dan banyak masyarakat sengaja menyempatkan diri berkeliling menlihat lihat lampu colok, yang  di buat oleh masyarakat di berbagai tempat, ada kebanggaan tersendiri bagi masyarakat ketika mereka mam[u membuat lampu colok di tempat masing masing. membuat lampu colok terkadang bukan  mengharapkan hadiah tapi lebih pada menunjukkan senin dan kebanggaan lokal. beberapa masyarakat penggagas merasa puas apabila yang datang dan menyaksikan hasil karya mereka terlihat ramai di kunjungi masyarakat dan pengunjung.




Walikota Dumai bapak Drs H. Zulkifli AS, M.Si.  mengatakan tetap akan memndukung di laksanakannya festifal lampu colok, mengigat bahwa history lampu colok ini cukup panjang. apalagi ini bisa jadi evwen wisata Ramadhan,

kemudian beliau menjelaskan bahwa ajang ini tetap digelar walau Pemerintah daerah dalam kondisi terbatasnya anggaran. Maka ia berharap ajang ini tetap digelar secara sederhana, meski anggaran pemerintah dalam kondisi sulit.

Walikota Dumai berharap kiranya perusahaan perusahaan yang ada di daerah dapat mendukung event seperti ini dengan membantu membiayai kreativitas Masyarakat dalam hal anggaran pembuatan lampu colok.

dari pantauan Ripesnews dan mendengar percakapan [ara penggerarak mendirikan lampu colok selama ini dana dari swadaya masyarakat, dan biasanya masyarakat menggunakan bahan bahan bekas, seperti kaleng yang di kutip dari jalanan, kayu kayu bahan mendirikan dari kayu bekas miliki masyarakat, kalau pun ada paling membeli, yang memang sangat di perlukan.

untuk m endirikan dan membangun fasilitas tempat digantungnya lampu colog tergantung dari design yang rata rata menyerupai Masjid. dan rata rata menghabiskan ratusan bahkan ribuan kaleng bekas. ini biasanya di bantu anak anak remaja berkeliling mencari kaleng bekas.

selain itu biaya yang digotong rayong oleh masyarakat adalah biaya pembelian Minyak tanah, terkadang menghabiskan 50 sampai 100 liter minyak tanah.

keindahan lampu colog ini sangat fenomenal, karena gambarnya terlihat bergerak gerak dan sangat indah.




Walikota mengatakan kita mesti tetap menggelar ajang ini setiap tahunnya. Apalagi ini adalah satu event budaya yang harus selalu digelar," papar Walikota, Rabu malam.




Humas Pemko Dumai gelar acara buka Puasa Berrsama dengan Forkominda dan Wartawan Media cetak, Media Online dan Media Televisi di hotel Grand Zuri Dumai, acara buka puasa bersama dihadiri Walikota Dumai, Kapolres Dumai, Dandim Dumai, Danlanal Dumai dan bebeapa pejabat pemko Dumai.


Suasana acara berbuka puasa bersama di isi dengan siraman rohani, dilanjutkan dengan Sholat Magrib bersama dan makan malam bersama. ACara ini di lakukan yang bertujuan menjalin keakrabaan dan kebersamaan antara Pemko Dumai melalui agenda Humas dan wartawan, yang bertujuan  untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara Pemko Dumai.




terasa keakraban dalam acara ini sehingga dapat membuat suasana menjadi akrab, dimana terlihat juga ketua PWI Dumai berguyon dengan Kepala Kantor Satpol PP dan dengan anggota PWI, beberapa anggota PWI, PWPI dan wartawan yang bernaung di bawah organisasi IWO, AJI juga menghadiri acara buka puasa bersama.




Walikota Dumai dalam bincang dengan para wartawan juga terlihat sangat akrab dengan para wartawan, beliau mengharapkan kiranya dengan pelaksanaan buka puasa bersama antara Humas Pemko dengan Wartawan dapat meningkatkan tali silaturahmi


Plt Kabag Humas menyampaikan bahwa kita menjalin kebersamaan ini dengan mengadakan buka puasa bersama untuk bisa saling mengenal, di sela sela kesibukan banyak hal terkadang terlupakan, dan Risky juga dengan berbuka puasa bersama ini dapat menjalin tali silaturahmi lebih Erat dan lebih Intens, harapnya,

RIAUBISNIS.COM - Asam Pedas Ikan Baung merupakan salah satu masakan khas daerah Riau, masakan ini menggunakan bahan dasar ikan baung yang dimana daging dari ikan baung ini sangat empuk sekali saat dinikmati.

Nah bagi anda yang ingin membuat resep asam padeh ini, silahkan anda simak selengkapnya dibawah ini.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat resep masakan ikan baung asam pedas :

  • 1 kg Ikan Baung, kemudian anda potong menjadi 5 bagian
  • 1 liter Air
  • 3 buah Asam Kandis
  • 1 tangkai Serai, kemudian anda memarkan
  • 1 lembar Daun Kunyit

Bumbu yang dibutuhkan :
  • 3 cm Lengkuas
  • 10 buah Cabai Merah
  • 2 cm Jahe
  • 2 cm Kunyit
  • 5 butir Bawang Merah
  • ½ sendok makan Garam

Nah setelah anda menyiapkan semua bahan dan bumbu yang dibutuhkan, silahkan anda simak bagaimana cara membuat ikan baung asam padeh ini.

Cara membuat resep ikan baung asam pedas :
  1. Pertama anda rebus terlebih dahulu semua bumbu halusnya, kemudian masukkan juga asam kandis, serai, daun kunyit sambil anda aduk-adukkan hingga rata dan kuah mengental.
  2. Nah setelah itu anda masukkan ikan baungnya lalu rebus diatas api kecil hingga matang.
  3. Siapkan piring saji, angkat dan tuangkan kedalam piring sajinya.
  4. Sajikan dengan nasi hangat.

Demikianlah cara membuat masakan asam pedas ikan baung semoga dapat mengikuti dan memprakteknya dirumah dengan cita rasa yang berselera. /* DP



Apel Gelar Operasi Ramadhan

Pada Hari Senin,(19/06/2017) pukul 08.00 WIB dilakukan Operasi Ramadhaniya di lapangan Bukit Gelanggang yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat pemerintahan Kota Dumai , Di antaranya Kapolres Dumai, Walikota Dumai yang dalam hal ini diwakili oleh sekada Dumai H. M Nasir, Selain itu juga dihadiri oleh Kepala Beacukai Dumai, Kejaksaan Kota Dumai, Ketua DPRD dan seluruh peserta apel gelar pasukan intansi terkait.

Apel ini dilakukan untuk mewujudkan kesiapan personi dalam menghadapi kegiatan pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H  serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personil beserta kelengkapan sarpras sebelum menghadapi tugas pengamanan dilapangan.

Ada 3 point utama yang menjadi perhatian bapak presiden RI dalam kegiatan pengamanan tahun ini yaitu terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif, dan keamanan, kelancaran, serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas agar seluruh personil biasa memberikan pelayanan secara all out, berikan atensi penuh pada titik rawan macet yang ada terutama puncak mudik yakni H-2 idul fitri dan puncak arus balik pada H+5 idul fitri.

Dalam ramadhaniya tahun ini dari pihak kepolisian akan melibatkan 187.012 personil serta dib antu stakeholder terkait mulai dari K/L , unsur TNI , hingga jajaran Pemda.

Pada Hari Senin,(19/06/2017) pukul 08.00 WIB dilakukan Operasi Ramadhaniya di lapangan Bukit Gelanggang yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat pemerintahan Kota Dumai , Di antaranya Kapolres Dumai, Walikota Dumai yang dalam hal ini diwakili oleh sekada Dumai H. M Nasir, Selain itu juga dihadiri oleh Kepala Beacukai Dumai, Kejaksaan Kota Dumai, Ketua DPRD dan seluruh peserta apel gelar pasukan intansi terkait.

Apel ini dilakukan untuk mewujudkan kesiapan personi dalam menghadapi kegiatan pengamanan hari raya Idul Fitri 1438 H  serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personil beserta kelengkapan sarpras sebelum menghadapi tugas pengamanan dilapangan.

Ada 3 point utama yang menjadi perhatian bapak presiden RI dalam kegiatan pengamanan tahun ini yaitu terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif, dan keamanan, kelancaran, serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas agar seluruh personil biasa memberikan pelayanan secara all out, berikan atensi penuh pada titik rawan macet yang ada terutama puncak mudik yakni H-2 idul fitri dan puncak arus balik pada H+5 idul fitri.

Dalam ramadhaniya tahun ini dari pihak kepolisian akan melibatkan 187.012 personil serta dib antu stakeholder terkait mulai dari K/L , unsur TNI , hingga jajaran Pemda.

 
Ikan selais merupakan salah satu ikan khas Riau. Jumlahnya yang terbatas membuat makanan ini terasa istimewa. Untuk menghasilkan masakan ikan Selais, biasanya masyarakat Riau mengolahnya dengan proses pengasapan. Pengasapan dilakukan dalam jangka waktu sekitar 8 jam. Selain diasapi, salah satu cara lain untuk mengolah ikan yang satu ini adalah dengan dibakar kecap, dengan selalu diolesi minyak dan kecap dalam proses pembakaran dengan disajikan bertaburkan bawang merah dan cabai iris, kerenyahan kuliner ini akan membuat lidah anda termanjakan. Mengenai Ikan Selai Asap, biasanya disajikan dengan sambal merah pedas yang tentunya akan membuat anda berkeringat!
tokon muda Riau Pesisir mendukung Drs. H. Zulkifli AS, M.Si. maju untuk bertarung di Pilgubri 2018. disampaikan ketua HMPPR (himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Pesisir Riau) melalui WA ke Redaksi Business Riau. karena diyakini bahwa Pak Zulkifli AS sosok yang santun, ramah, Merakyat, cerdas dan teruji. mampu mengelola di dalam badai rendahnya Otonomi Daerah di Indonesia. majunya beliau bukan sebuah ambisi, tetapi memang karena beliau menurut pandangan HMPPR adalah sosok yang dinamis,

hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Perhimpunan Wartawan Pesisir Indonesia, yang sangat mengerti dan tahu benar bahwa selain sebagai kepala Daerah juga sebagai seorang bapak yang santun, terbukti beliau tidak segan segan dan gengsi untuk duduk bersama Rakyatnya.

dari beberapa Program yang ada sudah dilakukan pembenahan yang simultan, tak kenal menyeraah, dengan motonya yang sangat apik, mengumpulkan yang berserak, perlahan lahan sudah mulai terbukti. memang tidak ada yang mudah dalam menjalankan kepemipinan dan megelola Pemerintahan Daerah Kota Dumai, tapi dengan semangat Pantang menyerah beliau, tetap Istiqomah, dan dari beberapa kali kami bertemu beliau, Pak zul AS selalu menerima masukan dan tidak pernah Alergi dengan kritikan, dan selalunya beliau langsung respon dan cepat tanggap, ya sepertia gerak nya Kopasus. ujar ketua PWPI. Ahmad Dahlan.

Kurnia sebagai Kader partai Nasdem akan mendukung dengan sepenuh hati dan berjuang apabila memang benar Pak Zulkifli AS maju.
dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah pada tahun 2018, banyak kader dari Propinsi Riau Pesisir yang punya kualitas dan mumpuni untuk maju, beberapa tokoh yang di anggap layak dan memahami kawasan Riau Pesisir berdasarkan hasil bincang masyarakat, secara garis besar masih di tegap tegapkan adalah para kepala daerah, diantaranya, Drs, H. Zulkifli AS M.Si, H. Samsuar. Irwan Nasir,  dan mantan bupati Bengkalis, H. Syamsurizal. dari hal ini masih menggambarkan bahwa kader dari Riau Pesisir masih sangat banyak yang berpotensi, yang sudah terang terangan mendeklarasikan dari Riau Pesisir adalah Irwan Nasir, H. Syamsurizal, H, Syamsuar,

dengan banyaknya kader dari masyarakat Riau Pesisir pantauan Riau Bisinis, mencoba menyoroti secara perlahan akan mencoba memandang dari kemampuan beberapa kader ini melalui quesioner, yang muaranya adalah siapa calon yang terkuat dan akan di dukung secara bersama sama dari kawasan Riau Pesisir, ini menyikapi dari pernyataan beberapa tokoh baik yang mendukung pentingnya kader dari Riau Pesisir maupun yang tidak mendukung kader dari Riau pesisir.

dengan hampir 75 persen sumber daya alam berada di kawasan Riau Pesisir ditambah lagi potensi Alam nya seperti kawasan pantai yang berada di pesisir pantai timur Sumatera di daerah Riau Pesisir memerlukan pemimpin yang berpengalaman Luas daerah pesisir. seperti di yakini begitu pentingnya kawasan pesisir ini bangkit dan menggeliat adalah agar kepemimpinan Propinsi Riau bangkit dengan tidak bergantung kepada APBN Saja, tapi memang berkembang dengan kemapuan potensi SDM, dan potensi SDA.

Propinsi Riau adalah Propinsi Penyangga dari kepentingan daratan dan kepentingan Perairan, memaksimalkan kepentingan ini di erplukan tangan tangan pemimpin yang bertangan dingin, selain itu di perlukan seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, yang mampu membagikan APBD untuk pembangunan yang merata.

hari ini Pekanbaru sebagai ibu kota Propinsi menumpuk semua bentuk kegiatan bisnis, dan Pekanbaru menjadi Kota Metroplis, tidak terlepas dari tangan pemerintah Daerah Propinsi , dan akan sangat nyata terlihat, kesenjangan politik dan kesenjangan budaya semakin melebar, sehingga jadilah propinsi ini propinsi Ritualisme, (menjalankan aja) tanpa inovasi dan renovasi.

beberapa Tokoh seperti yang disampaikan ketua HMPPR Afrianto Kurniawan, SH. Pada dasarnya krisis kepemimpinan yg saya maksud adalah krisis dalam semua aspek. 1.kurang mengerti dgn proses demokrasi yg berkembang shg tdk bisa menguasai elektabilitas maksimal. 2. tidak mampu berkimunikasi dan berkordinasi dgn kementrian2 yg ada shg kesempatan program pemerintah pusat tdk bisa di manfaatkan. 3. kita selalu lemah dlm penguasaan masalah sehingg terbentur dgn solusi yang mengambang. Belum lagi kalau kita kaji dalam bentuk komitmen dan moralitas. Semua itu adalah bagian dari pola pola kepemimpinan.  Perbandingan yg kita buat bukan masa lalu tapi daerahdaerah lain yang lebih maju.

ada beberapa harapan dari beberapa Tokoh di kawasan Pesisir yang menyampaiakan pendapat, salah satunya pak Zulkifli mengatan Riau pesisir tidak krisis kepemimpinan justru banyak yang mampu memimpin untuk Riau satu pertama belum ada visi yang sama agar orang pesisir jadi pemimpin Pak Zul juga mengeluhkan bahwa kita ini sangat demokratis sehingga selalu memberi kesempatan kepada siapapun menjadi pemimpin sehingga kita tidak pernah bersat.

 

 


Riau Bisni - Pekanbaru - Sosok Irwan Nasir sebagai Bupati Kepualauan Meranti dan juga Ketua DPW PAN Riau, dinilai sejumlah kalangan dan tokoh masyarakat layak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2018 mendatang. Bahkan, muncul slogan 'Merangkai Pulau Membangun Negeri' yang sangat pas bagi dirinya.


 Seperti yang dikatakan mantan Kepala Desa Petani di Kabupaten Bengkalis, Rianto Minggu (18/6/2017), beliau (Irwan Nasir, red) telah membuktikan sangat dicintai masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dengan menjabat sebagai Bupati untuk kedua kalinya.


 "Sebagai kader PAN, saya bangga terhadap beliau. Dimana Kabupaten Kepulauan Meranti yang usianya masih tergolong muda, mampu maju pesat dibawah kepemimpinan beliau sebagai kepala daerah," ungkapnya.


 Kemajuan yang pesat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dari sistem pemerintahan yang baik, tapi sarana dan prasarana infrastruktur juga sangat membanggakan. Dengan sistem tata kelola pemerintahan yang baik,transparan berbasis ITE dan dengan dibuktikan selalu mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI setiap tahunnya.


 "Ini merupakan bukti nyata, saatnya yang muda memimpin Provinsi Riau. Ditambah sikap beliau yang sangat mencerminkan kekeluargaan dan ramah kepada masyarakat, mampu menjaga keberagaman di Kabupaten Kepualauan Meranti," ulasnya.


 Ketua DPW PAN Riau ini, banyak mendapatkan nilai positif dan plus dari masyarakat Riau, yang meyakini bisa menjadi pemimpin. Sosok Irwan, sangat bersahaja, muda, energik, merakyat dan memiliki wawasan.


"Beliau memiliki konsep visi dan misi bagaimana membangun Riau yang adil dan bijaksana, transparan baik dalam membangun pendidikan, ekonomi, sarana dan prasarana, maupun membangun sumber daya manusia atau sumber daya alam diberbagai sektor. Beliau juga memiliki tata kelola pemerintahan yang baik," urainya.


 Menurut Rianto, kekayaan alam Riau yang melimpah sudah selayaknya diberikan dan dinikmati masyarakat Riau, hanya bagaimana keberanian seorang pemimpin mengambil kebijakan yang pro rakyat dan mengerti kebutuhan rakyat.


 "Saya meyakini sosok Ketua DPW PAN Riau H Irwan Nasir, seorang birokrat dan politisi handal, yang mampu menerima amanah rakyat sebagai Gubernur Riau kedepan," jelas Rianto yang juga Ketua Komisi III DPRD Bengkalis.


Riau Bisnis-Pekanbaru - Sosok Irwan Nasir sebagai Bupati Kepualauan Meranti dan juga Ketua DPW PAN Riau, dinilai sejumlah kalangan dan tokoh masyarakat layak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2018 mendatang. Bahkan, muncul slogan 'Merangkai Pulau Membangun Negeri' yang sangat pas bagi dirinya.


 Seperti yang dikatakan mantan Kepala Desa Petani di Kabupaten Bengkalis, Rianto Minggu (18/6/2017), beliau (Irwan Nasir, red) telah membuktikan sangat dicintai masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dengan menjabat sebagai Bupati untuk kedua kalinya.


"Sebagai kader PAN, saya bangga terhadap beliau. Dimana Kabupaten Kepulauan Meranti yang usianya masih tergolong muda, mampu maju pesat dibawah kepemimpinan beliau sebagai kepala daerah," ungkapnya.


Kemajuan yang pesat tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dari sistem pemerintahan yang baik, tapi sarana dan prasarana infrastruktur juga sangat membanggakan. Dengan sistem tata kelola pemerintahan yang baik,transparan berbasis ITE dan dengan dibuktikan selalu mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI setiap tahunnya.


"Ini merupakan bukti nyata, saatnya yang muda memimpin Provinsi Riau. Ditambah sikap beliau yang sangat mencerminkan kekeluargaan dan ramah kepada masyarakat, mampu menjaga keberagaman di Kabupaten Kepualauan Meranti," ulasnya.


Ketua DPW PAN Riau ini, banyak mendapatkan nilai positif dan plus dari masyarakat Riau, yang meyakini bisa menjadi pemimpin. Sosok Irwan, sangat bersahaja, muda, energik, merakyat dan memiliki wawasan.


"Beliau memiliki konsep visi dan misi bagaimana membangun Riau yang adil dan bijaksana, transparan baik dalam membangun pendidikan, ekonomi, sarana dan prasarana, maupun membangun sumber daya manusia atau sumber daya alam diberbagai sektor. Beliau juga memiliki tata kelola pemerintahan yang baik," urainya.


Menurut Rianto, kekayaan alam Riau yang melimpah sudah selayaknya diberikan dan dinikmati masyarakat Riau, hanya bagaimana keberanian seorang pemimpin mengambil kebijakan yang pro rakyat dan mengerti kebutuhan rakyat.


"Saya meyakini sosok Ketua DPW PAN Riau H Irwan Nasir, seorang birokrat dan politisi handal, yang mampu menerima amanah rakyat sebagai Gubernur Riau kedepan," jelas Rianto yang juga Ketua Komisi III DPRD Bengkalis.
RIAUBISNIS.COM - Demikian di sampaikan oleh Ketua Komite Pembentukan Propinsi Riau Pesisir (KP2RP) Ahmad Jony Marzainur. SH. di pembukaan perbincangan. Dalam hal menentukan sikap tersebut, beliau menyebutkan hal ini bukan lah sebuah Arogansi Egosentris, local, tapi sebuah tanggung Jawab, dimana dari sisi Ekonomi, geografis, geopolitik.

Kawasan Pesisir Riau yang terdiri dari 6 kabupaten Kota Dumai, Bengkalis, siak, Rohil, Palalawan dan Meranti adalah kawasan yang berhadapan langsung dengan Laut. Tentunya sebagai daerah yang memiliki laut yang memiliki potensi yang sangat potensial, baik dari segi ekonomi maupun Politik dan tentunya juga yang benar benar memahami tentang aspek kelautan.

Seharus Riau bisa lebih maju dengan segera. kata Jony, Walaupun tidak bisa kita pungkiri memang sudah terjadi pembangunan, tapi menurut Jony tidak sesuai, disebabkan kemapuan managerial seorang pemimpin selama ini yang belum berwawasan kelautan, yang menjadi kendala dan penghambat kemajuan secara komprehensip.ujarnya.

seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menggesa sektor kelautan, seharusnya pemprov sudah menyiapkan perangkat perangkat Infra sturktur dan Suprastruktur yang di perlukan untuk itu, tapi kami tidak melihat kebijakan pemerintah provinsi dan upaya upaya pemerintah propinsi menyikapi dan melaksankan hal tersebut, apa yang telah di lakukan? disinyalir pemerintah daerah tidak mampu mengimbangi program program nasional yang berbasiskan lokal society, jadilah pemerintah ini hanya pak turut, dan cari selamat.

Indikatornya gampang kok, sebut jony. sebagai contoh kecil, di jogja saja tidak ada potensi kepelabuhanan memiliki perguruan tinggi berbasikan laut Seperti Akademi Maritim dll. Saya Tanya berapa industri yang mendukung usaha kelautan, mana kawasan industri yang di buat oleh penmerintah, mana kawasan ekonomi Khusus, Bounded Area, yang terpadu di daerah pelabuhan, seperti Galangan kapal (dulu ada di Dumai Patra Dock, sudah tidak beropesi lagi) siapa pengelola pelabuhan, yang sampai hari ini pemerintah Daerah baik Provinsi maupun kabupaten kota fahamnya adalah kontribusi sektor kepelabuhanan.

sampai sekarang berapa pelabuhan yang di kelola oleh pemerintah daerah? sepertinya baru satu di kabupaten Siak, yang memang sudah di gagas bertahun yang lalu, oleh beberapa bupati terdahulu, itu di sebabkan adanya kemauan berdasarkan pemahaman mendasar ingin memajukan daerah berbasiskan kelautan. Pemetaan Potensi wilayah aja tidak ada, walaupun sebenarnya ada tapi tidak tergambar dalam kebikakan eksternal Pemprov.

kalau mau bicara data berapa PAD yang bisa masuk dari sektor pelabuhan yang mampu di gali oleh daerah, yang PADnya benar benar di gagas oleh pemerintah daerah melalui sektor Pelabuhan, jawabnya adalah Nol, silahkan di bantah tantang Jony.

jangan kan untuk hal tersebut yang saya sampaikan RT/RW daerah aja  sangat Lamban dan membingungkan, bagaimana mau maju. makanya dari sekian banyak persoalan yang ada di butuhkan kepepimpinan Riau ini yang memahami pesisir, mengerti pesisir dan pelaku kegiatan di pesisir, karena diyakini akan mampu mempercepat pembangunan daerah yang adil dan merata.

kami dari KP2RP akan mempersiapkan agenda pertemuan untuk merumuskan dan membulatkan tekat bagaimana kawasan pesisir di pimpin kembali oleh Masyarakat Kawasan Pesisir dengan catatan memiliki kemapuan yang di perlukan daerah, bukan mendukung buta saja. kami minta Partai Partai yang akan mengusung dan mendukung calon kembalilah bicara dengan hati, perhatikan kepentingan Daerah, jangan bicara sektoral, bicaralah dari Hati Tanah Melayu, Tanah bumi Lancang Kuning, Tanah tempat kita berbakti, berrbuatlah dan bekerjalah dengan Hati bukan dengan Money.


Riau Bisnis - Dumai - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah masyarakat Indonesia, tak terlepas di Kota Dumai, Riau, memiliki tradisi pulang kampung. Puncak arus mudik di Kota Dumai melalui pelabuhan diperkirakan akan terjadi pada H-3 jelang Idul Fitri atau pada tanggal 22 Juni sampai 24 Juni 2017.


 Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting Minggu (18/6/2017). Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang datang melalui Dumai, maupun yang berangkat dari Dumai, Polres Dumai meningkatkan keamanan.


"Pengamanan kita tingkatkan dengan membuat Pos Pengamanan di Pelabuhan Dumai. Kita juga bergabung atau bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Dumai dan KSOP. Serta bekerjasama pengamanan laut dengan TNI Angkatan Laut dan Pelindo," katanya.


AKBP Ginting juga memberikan tips kepada pemudik yang akan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk memberitahukan kepada Ketua RT. Sedangkan Ketua RT melaporkan hal tersebut ke Lurah dan Polsek di wilayah masing-masing.


"Kita juga sudah memberikan himbauan atau sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas, untuk disampaikan kepada masyarakat. Agar memastikan kompor tidak menyala saat meninggalkan rumah, listrik pun harus diperhatikan agar tidak terjadi arus pendek," ujarnya.


Pemudik yang melaporkan rumahnya kosong ke Polsek terdekat, lanjut AKBP Ginting, akan memudahkan personil masing-masing polsek untuk melakukan patroli.


"Jadi masyarakat pun tidak perlu khawatir meninggalkan rumahnya kosong saat mudik, karena polisi akan melakukan patroli memantau wilayah mana saja yang rumahnya kosong, bersama dengan masyarakat dilingkungan masing-masing," urainya.


Ia juga mengatakan, pemudik bisa menitipkan kendaraannya, baik itu sepeda motor dan mobil di Polres Dumai atau di Polsek terdekat. Pemudik yang menitipkan kendaraannya tidak dipungut biaya atau Gratis.


"Masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, sebaiknya memeriksakan dahulu kendaraannya. Hal itu menghindari terjadinya kecelakaan yang disebabkan karena kelalaian kita sendiri. Untuk yang menggunakan sepeda motor, sebaiknya tidak berboncengan lebih dari 1 orang dan tidak membawa muatan yang berlebihan," jelasnya.***


Riau Bisnis - Dumai - PT.Wilmar unit Dumai-Pelintung bekerja sama dengan Yayasan Keluarga Muslim Wilmar Dumai menggelar berbuka bersama (Bubar) dengan anak yatim se Kecamatan Medang Kampai dan Kelurahan Buluh Kasap, Jumat (16/6/17).


 Kegiatan kali ini selain untuk mempererat hubungan silahturahmi antara perusahaan dan masyarakat, juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan Wilmar unit Dumai-Pelintung dengan anak yatim piatu dan masyarakat yang tinggal di ring I wilayah operasional perusahaan.


Acara berbuka bersama yang dikemas secara sederhana tersebut dipimpin langsung oleh General Manager (GM) Wilmar Unit Bisnis Dumai-Pelintung operasional, Tenang Sembiring, Deputi GM Dominikus Tanoto dan sejumlah Pengurus Yayasan Keluarga Muslim Wilmar.


GM, Wilmar, Tenang Sembiring dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini adalah agenda tahunan perusahaan,“Ini bentuk komitmen kita kepada anak yatim dan masyarakat setiap tahunnya, bahwa Wilmar ada karena masyararakat,” ujarnya.


 Ditambahkannya, mudah-mudahan apa yang menjadi perhatian perusahaan bisa bermanfaat bagi penerimanya.


Kesempatan yang sama, Humas PT Wilmar, Marwan Anugrah, menambahkan, selain kegiatan berbuka bersama sejumlah tokoh masyarakat dan anak yatim piatu. Juga dimanfaatkan momen baik tersebut untuk PT. Wilmar Dumai menyerahkan sebanyak 85 keping jaring ikan untuk nelayan Kelurah Pelintung dan kelurahan Guntung Kecamatan Medang Kampai.


"Sebagai bentuk kepedulian kita, selain penyerahan santunan kepada anak yatim kita juga salurkan bingkisan dan bantuan kepada nelayan diwilayahoperasional perusahaan," sebutnya.
Riau Bisnis- Bengkalis - Dalam rangka menyemarakan malam 27 Ramadhan 1438 Hijriyah Tahun 2017, atau disebut juga dengan malam tujuh likur Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis kembali menyelenggarakan festival lomba lampu colok, Dimana tahun ini pembukaan festival lomba colok, di pusatkan di Dusun Penawar Laut Rt.01/Rw.08, Desa Selat Baru Kecamatan Bantan pada Rabu tanggal 20 Juni 2017.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis H Eduar melalui kepala Bidang Kebudayaan Baharuddin, Rabu (14/06/2017) saat ditemui diruang kerjanya.

Baharrudin mengatakan, Tradisi memasang lampu colok ini sudah berlangsuhg sejak zaman berzaman, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Walau zaman telah berubah, namun tradisi menyambut malam tujuh likur di pulau ini masih terjaga dengan baik.

Tambah Baharuddin, Tradisi menyambut malam tujuh likuran ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat. Sebelum malam tujuh likuran menjelang masyarakat khusus generasi muda bergotong royong, baik membuat lampu colok yang terbuat dari kaleng minuman bekas, maupun dari botol bekas.

"Kegiatan ini dipandang positif karena bisa memupuk rasa kebersamaan dan bekerjasama antara sesama masyarakat serta membangun semangat gotong royong yang hari ini semakin tergerus dengan beragam alasan. Bagi Pemkab Bengkalis, tradisi membuat lampu colok ini sangat diapresiasi," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Aspek kriteria penilaian festival lomba lampu colok tahun ini diantaranya, pertama aspek pembangunan, yaitu konstruksi bangunan, letak bangunan dan tinggi konstruksi (pintu gerbang). Kedua, aspek keamanan lebar konstruksi dan kebersihan lingkungan sekitar, ketiga aspek tingkat partisipasi jumlah banyaknya lampu colok. sementara aspek kriteria penilaian yang paling dominan, yaitu pesan dan kesan bernuansa Islam, keindahan lampu colok dan kerapian menara/bangunan.

Dirinya juga menghimbau kepada peserta festival lomba lampu colok yang belum mendaftar, diharapkan agar segera mendaftarkan menara lampu coloknya, di dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis.


Riau Bisnis - Bahaya radiasi yang terlihat dari smartphone sudah jadi perbincangan mulai sejak lama. Sebagian pakar menyampaikan ponsel terlebih ponsel cerdas mempunyai radi4si yang demikian k. u. a. t yang bisa mengakibatkan kanker otak.




Satu penelitian paling baru menyampaikan radiasi ponsel yang menyerang anak-anak sebagian ribu kali lipat lebih mempunyai kemungkinan daripada orang dewasa lantaran ketahanan badan pada anak belum sesempurna orang dewasa.




Terlebih saat ini jumlah anak kecil yang memakai smartphone bisa diterangkan demikian banyak. Jadi hasil penelitian itu perlu disikapi dengan serius oleh semuanya orang-tua.




Bagaimana tehnologi modern ini bisa mengh4ncurk4n otak anak anda, di bawah ini penuturannya :


 1. Anak-anak yang memakai banyak waktu di monitor computer atau smatphone



akan mengakibatkan Emotional Quotient (EQ) yang rendah Perubahan EQ pada usia anak sekian paling penting serta semua yang menghalangi perubahan itu harus disingkirkan termasuk juga smartphone.




Di Amerika Serikat, semuanya orang-tua dihimbau untuk tidak menginjinkan anak mereka yang berumur 3 th. ke bawah untuk menggenggam smartphone. Sebab radi4si dari ponsel dapat mengganggu perubahan EQ mereka.




Jika anak-anak bayi itu tetaplah diberi mainan ponsel jadi kemungkinan besar mereka akan alami persoalan dalam berkomunikasi didunia riil. Anak-anak akan punyai rutinitas berkonsentrasi pada monitor tv atau monitor ponsel serta tidak mempunyai keinginan untuk berkaitan dengan tentang lain di luar diri mereka.


 2. Anak jadi kesusahan bicara



Satu penelitian diakukan oleh Common Sense Media serta peroleh jika 38% anak-anak beruisia dibawah 2 th. sudah memakai gadget, bahkan juga lebih dahulu mereka dapat bicara atau jalan.




Anak-anak ini di ketahui mempunyai kesusahan dalam bicara. Oleh American Academy of Pediatrics (AAP), diterangkan jika di umur itu mereka belum tahu apa yang ada di monitor ponsel walau otak mereka berupaya mengolahnya, diluar itu kekuatan kognitif anak tidak akan berkembang yang untuk mereka susah bicara. 


 3. Anak jadi kurang aktif bermain



Waktu anak-anak kecil di beri ponsel mereka bakal terlatih untuk hanya memakai mata serta fikiran mereka saja dalam bermain berbagai type games di ponsel.




Anak-anak ini tak terlatih untuk bermain didunia riil. Mereka berasumsi dunia riil tak semenyenangkan waktu mereka on-line di internet memakai ponsel cerdas. Dokter John Ratey dari Harvard menerangkan satu diantara keuntungan anak bermain di luar yaitu badan mereka jadi sehat dan terasa nyaman melalui langkah sosial.




Jadi jangan pernah heran bila anak-anak yang kec4ndu4n games di ponsel cerdas bakal alami perlambatan pergantian dan mempunyai ketahanan badan yang rendah.


 4. Kesehatan berkurang



Lantaran kurang bergerak, otot pada tubuh anak-anak jadi tidak terlatih mengakibatkan banyak masalah kesehatan bermunculan. Satu diantara yang seringkali dihadapi yaitu persoalan mata.




Lewat cara psikis anak-anak juga jadi mudah stres dan mudah takut lantaran semua permainan didalam ponsel sekian mengubah kondisi emosional mereka.


 5. Anak-anak memikul derita penyakit mental



Satu penelitian pernah diakukan oleh satu team bernama PEACH yang tekuni 1000 orang anak berumur 10 serta 11 th.. Hasil penelitian tunjukkan anak-anak yang bermain hp dua jam lebih sehari-harinya alami masalah psikologis sepeti d3pr3si, kuatir, serta alami pergantian tingkah laku yang negatif.




Sejatinya anak-anak bermain dengan orang-tua serta dapatkan kasih say4ng yang cukup untuk mensupport pergantian fisik dan mental mereka. Bila di umur yang sekian muda itu, anak-anak telah aktif bermain ponsel jadi efek yang serius akan jalan baik itu fisik ataupun psikis.




Bila anda membaca artikel ini, buruan infokan ke rekanan, tetangga atau rekanan yang mempunyai anak kecil. Beritahu mereka mengenai bahaya smartphone bila dipakai oleh si kecil. Jauhi serta selamatkan anak-anak kita dari smarphone.



 

Riau Bisnis - Dumai - Sungguh aneh Pemerintah sudah dua kali tdk datang ke rapat pansus pembahasan RUU Pemilu. Sebabnya konon Pemerintah ngotot agar dalam pemilihan Presiden nanti ada ambang batas parlemen, yakni sekurang2nya partai atau gabungan partai yang punya 20% kursi di DPR atau 25% suara sah dalam Pemilu DPR yang berhak mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu 2019 nanti. Sementara sikap fraksi2 DPR masih beragam baik tentang perlu tidaknya ambang batas parlemen untuk partai atau gabungan partai dalam pencalonan Presiden, maupu angka prosentase jika mereka menerima ambang batas yang diusulkan Pemerintah.

Sikap ngotot Pemerintah ini kini ditingkatkan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo dalam bentuk ancaman. Kalau keinginan Pemerintah tidak dipenuhi DPR, Pemerintah akan walk out sehingga pembahasan RUU ini gagal. Kalau gagal, kata Mendagri, tokh UU Pemilu yang lama masih berlaku yang dulu pernah digunakan untuk penyelengaraan Pemilu 2014. Biarlah UU Pemilu lama yang dijadikan dasar pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

Masalahnya tidaklah sederhana seperti dipikirkan Mendagri Tjahjo. UU Pemilu yang lama itu memang masih berlaku, tapi Pemilu dalam UU lama itu masih memisahkan pelaksanaan Pemilu antara Pileg dan Pilpres. Karena Pileg dilaksanakan lebih dulu, maka ambang batas kursi atau perolehan suara yang diperoleh masing2 parpol dalam pileg dijadikan acuan untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden.

Nah, kalau Pemilu dilaksakanakan serentak, Pileg dan Pilpres dilaksanakan pada hari yang sama, maka perolehan kursi partai di DPR juga belum ada. Kalau belum ada, bagaimana caranya menentukan ambang batas 20 persen yang diinginkan Pemerintah itu? Jelaslah bahwa dalam Pemilu serentak, membicarakan ambang batas itu tidak relevan samasekali.

Mendagri Tjahjo mencoba mencari jalan keluar dengan mengusulkan ambang batas yang digunakan untuk Pilpres 2019 adalah hasil Pileg 2014. Usul ini tentu tidak beralasan. Pertama ambang batas itu sudah digunakan dalam Pilpres yang lalu. Kedua, dalam lima tahun, peta kekuatan politik sudah berubah, karena itulah ada pemilu yang baru untuk menampung peta yang berubah itu.

Andaikata ambang batas tetap digunakan dan fraksi2 di DPR mengalah serta menerima keinginan Pemerintah seperti keinginan Mendagri, inipun tetap rawan. Dalam perkiraan saya, kalau ada yang mengajukan uji materil ke MK tentang ambang batas pencalonan Presiden, maka kemungkinan besar MK akan membatalkan ambang batas itu. Sebab, MK sendirilah yang memutuskan Pemilu serentak itu. Sementara logika Pemilu serentak adalah tidak adanya ambang batas sebagaimana substansi Pasal 22 E UUD 45 yang mengatur Pemilu.

Jadi kalau ambang batas pencalonan Presiden masih ada dalam Pemilu serentak, maka undang2 yang mengaturnya jika melihat pada Putusan MK tentang Pemilu serentak adalah inkonstitusional. Undang-undang yang inkonstitusional, jika dijadikan dasar pelaksanaan Pilpres, akan melahirkan Presiden yang inkonstitusional juga. Ini akan berakibat krisis legitimasi bagi Presiden yang memerintah nantinya.

Keinginan Pemerintah yang didukung oleh fraksi PDIP, Golkar dan Nasdem agar ambang batas pencalonan Presiden dan Wapres dengan angka 20%  - 25% kursi DPR nantinya bisa melahirkan pasangan capres tunggal atau "koalisi tunggal" terdiri atas trio partai tersebut sebagai intinya, ditambah partai2 lain yang ada dalam "koalisi" kabinet sekarang.

Kalaupun akan ada pasangan lain, maka kemungkinan hanya akan ada 1 pasangan lagi. Jadi calon dalam Pilpres 2019 kemungkinan akan sama dengan calon Pilpres 2014. Perbedaan, paling2 hanya pada calon Wapres saja. Keadaan ini tentu tidak sehat bagi pertumbuhan demokrasi di negara kita.

Pada hemat saya, biarkanlah kita melaksanakan ketentuan Pasal 22E UUD 45 dengan konsisten sebagaimana telah ditafsirkan dalam Putusan MK berkaitan dengan Pemilu serentak yang wajib dilaksanakan dalam Pemilu 2019 nanti. Pasal 22E itu telah dengan tegas menyatakan bahwa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu sebelum Pemilu dilaksanakan. Pemilu yang pesertanya partai politik itu hanyalah Pemilu Legislatif (DPR dan DPRD). Jadi partai atau gabungan partai itu mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden sebelm Pileg itu sendiri. Putusan MK bunyinya juga begitu. Jelas dan terang.

Kalau Pasal 22E UUD 45 dan Putusan MK sudah terang benderang maksudnya, janganlah Pemerintah, PDIP, Golkar dan Nasdem serta partai lain masih sibuk saja mencari dalil-dalil untuk membenarkan adanya ambang batas parlemen bagi parpol atau gabungan parpol dalam mencalonkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Demokrasi itu memerlukan jiwa besar. Jiwa besar hanya akan ada pada orang-orang besar. Sebaliknya jiwa kerdil hanya akan ada pada orang-orang kerdil, meski secara fisik mereka besar dan secara politis mereka berkuasa. Namun hakikatnya, mereka berjiwa kerdil dan ingin mengerdilkan demokrasi itu sendiri...




Riau Bisnis - Dumai - Kepala Dinas Sosial Kota Dumai Bambang Hardiyanto, SH mengatakan, belum disalurkannya Raskin lantaran Pemko Dumai masih melakukan verifikasi ulang data penerima Raskin.


 "Belum disalurkannya Raskin lantaran Pemko Dumai masih melakukan verifikasi ulang data penerima Raskin," kata Bambang kepada awak media, Kamis (15/6/2017).

 Dijelaskan Bambang, tertundanya alokasi Raskin akibat ada perubahan jumlah penerima Raskin dari 9.423 RTS menjadi 8.481 RTS atau terjadi pengurangan sebanyak 942 RTS.

 Pengurangan itu mengacu pada data Nasional Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Keputusan Kementerian Sosial. Pada saat pendataan, ada masyarakat yang semula hidup di garis kemiskinan setelah di survei ternyata sudah menjadi masyarakat mampu, ada juga yang sudah pindah alamat, dan meninggal dunia akhirnya terjadi pengurangan data penerima Raskin.

 Sampai saat ini, lanjutnya instansi terkait bekerjasama dengan pihak Kelurahan, RT dan Tokoh Masyarakat setempat masih terus melakukan verifikasi data agar penyaluran Raskin tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan.

 "Setelah data kami terima, Raskin secepatnya akan kita salurkan kepada seluruh RTS yang ada di Dumai. Kalau bisa sebelum lebaran Idul Fitri Rastra sudah disalurkan ke pada seluruh RTS. Dan Raskin akan disalurkan melalui Kelurahan masing-masing," harapnya.
Riau Bisnis - Dumai - TNI AL khususnya Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai menggelar kegiatan Panen Raya ikan yang dipimpin langsung oleh Panglima Armada RI Kawasan Barat, Kamis (15/06/2017) di Kelurahan Bukit Timah Dumai .

Turut Hadir dalam acara tersebut Sekda Dumai, Kapolres Dumai, Dandim 0320 Dumai, Dan Rudal 004 Dumai, Kapolsek Dumai Barat, dan Undangan lainnya yg ikut ber partisipasi.

Pantauan dilapangan terlihat, Panglima Armada RI Kawasan Barat beserta Danlanal Dumai, Sekda Dumai serta seluruh rombongan yang hadir melakukan penyerahan bantuan berupa bibit ikan kepada perwakilan petani tambak ikan serta melakukan panen ikan.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Danlanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, kegiatan Panen Raya ikan ini serentak dilaksanakan di seluruh Kota baik tingkat Lantamal maupun setingkat Lanal dibawah jajaran Armada RI Kawasan Barat. 

Pembudidayaan ikan air tawar yang dilaksanakan oleh lanal dumai menjadi contoh bagi masyarakat. Selain itu, membudidayakan ikan air tawar ini juga bagus dijadikan sebagai usaha bagi masyarakat sebab diprediksikan usaha membudidayakan ikan air tawar ini akan meningkatkan keuntungan bagi kalangan petani ikan. Karna semakin lama konsumsi ikan dikalangan masyarakat akan semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dengan kurangnya pemasokan ikan lele dan patin yang siap dikonsumsi untuk masyarakat kota Dumai.

Panglima Armada RI Kawasan Barat Aan Kurnia mengatakan kegiatan panen raya ikan ini bisa membantu pendapatan serta bermanfaat khususnya Petani nelayan lainnya yang bisa membantu membudidayakan  di Kota Dumai .

“Hari ini merupakan kunjungan kerja safari Ramadhan kita di Lanal Dumai. Selain itu kita juga melaksanakan panen raya ikan bersama petani dan nelayan. Dengan kegiatan ini saya harap bisa membantu pendapatan daerah dan untuk kedepan dapat di tingkatkan lagi,” ujarnya.
Riau Bisnis - PEKANBAU - Kapolda Riau memberikan kemudahan pada masayarakat untuk menitipkan kendaraannya di Polres/Polsek terdekat di jajaran Polda Riau selama meninggalkan rumahnya saat melaksanakan mudik lebaran Idul fitri 1438 H nanti.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Zulkarnain disela sela acara pemusnahan barang bukti Narkoba di halaman SPN Pekanbaru tadi siang (14/06/2017).

Pernyataan ini sekaligus untuk menjawab kebutuhan masyarkat yang ingin melaksanakan mudik lebaran dan rumahnya ditinggal dan merasa ragu jika kendaraannya ditinggal di rumah.

Ada juga sebagian diantaranya adalah karena mereka melakukan mudik dari daerah ke Kota Pekanbaru dan melanjutkan perjalanan dengan pesawat udara sehingga bingung mau menitipkan kendaraannya dimana.

"Kita siap membantu warga Riau yang akan menuju Kota pekanbaru dan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan pesawat udara ke daerah lain. Jadi warga bisa menitipkan kendaraannya di kantor kantor Polisi terdekat yang ia mau tanpa dipungut bayaran," ujar Zulkarnanin.

Kebiasaan ini sesungguhnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu silam dan masyarakat yang ingin bepergian merasa aman karena kendaraannya dititipkan di tempat yang aman.
Riau Bisnis - Dumai, Pondok Pesantren Al- Amin Usai Melaksanakan kegiatan Magang dan kewirausahaan santri dimana dilaksankan mulai 26 maret hingga 26 april 2017 di yogyakarta dan jawa barat pesantren al amin mengadakan kegiatan Launching produk hasil magang santri  tahun 2017  pada rabu (14/06) di aula pondok pesantren Al –amin. Pada kesempatan itu juga diadakan kegiatan Nuzulul qur’an  sekaligus buka bersama.  Disamping itu juga  beberapa para santri Al- amin  mendapatkan penghargaan atas prestasi  dalam bidang  yang diraih dimana langsung diserah kan oleh Sekretaris Kota Dumai  H.M. Nasir.

Pimpinan Pondok pesantren Almin  Kyai W. Zainal Abidin S,Pdi  mengatakan Adapun tujuan dilaksankannya kegiatan tersebut yaitu merupakan agenda rutin setiap tahunnya, selain buka bersama diadakan juga sekaligus kegiatan Nuzulul Qur’an.  Program Launching ini khusus Tingkat SMA Wajib mengikuti Magang di daerah Jawa selama 1 bulan dan dilanjutkan selama 15 hari di daerah Bandung jawa barat.

Adapun Impian pondok pesantren al- amin yaitu sehat jasmani, rohani, dan Ekonomi, untuk kedepan kami berharap dapat menciptakan pendataan potensi wali santri bersama pihak pihak yang ikut kerjasama sehingga memiliki potensi yang dapat bekerja sama dengan pihak pesantren serta memperoleh silaturahmi keluarga besar pesantren al- amin yang kokoh.’’pungkas Kyai W. Zainal abidin”.

Walikota Dumai  yang di wakili oleh Sekda  Kota Dumai  menyampaikan bahwa menyambut baik pada kegiatan hari ini yang mana merupakan investasi dari hubungan yang terkait dari pendidikan, pesantren dan pihak ekonomi.

“Dengan kapasitas yang terbatas, akses yang kurang memadai dari sisi permodalan yang masih minim, maka dari itu dengan launching kali ini mudah mudahan pondok pesantren al- amin dapat meningkatkan kegiatan ekonomi baru bagi kemakmuran pesantren, serta dapat mengambil moment yang tepat dan berkah bertepatan di bulan suci ramdhan ini ,’’ harapan H. M Nasir.



Riau Bisnis - dengan maraknya dan beredar apakah berita tersebut adalah hoax (palsu) atau benar, meyebabkan kita menjadi ragu ragu dan was was. sehingga terkadang ketakutan kita berubah menjadi tidak perduli dan tidak mau tau, dan terkesan mengabaikan dan bahkan ada yang malah melakukan uji coba dengan tetap memakan produk produk yang di sangkakan atau yang di infokan. misal, ada telor palsu yang dibuat dari cina, ada Durian yang di matangkan dengan baha kimia sehingga durianya matang manis dan lain sebagainya.





dengan berkembangnya informasi yang tanpa batas, kita setiap saat mengetahui kondisi terkini, ada banyak faktor yang menyebabkan berita itu sampai di hadapan kita adalah, disebabakan  karena rasa peduli, khwatir dan cemas atas kejadian yang akan menimpa kita, dan orang lain, rasa kepedulian itulah terkadang yang menyebabkan kita memiliki informasi terkini dalam hitungan detik. dengan terbukanya informasi yang tanpa batas. Selain  kita perlu waspada atas informasi yang masuk juga harus dimintai cara berfikir yang logis.





Ada banyak cara untuk mengantisipasi terutama yang berkaitan dengan makanan, salah satunya jalan adalah kita harus memulai dari diri sendiri, dengan selalu memasak makanana sendiri di Rumah. kedua, belilah produk pertanian yang tidak menggunakan kimia langsung, dengan cara membeli produk hasil pertanian yang pupuknya pupuk organik,

Dengan banjirnya produk asing di Indonesia yang terkadang tanpa kontrol, dan ditambah kurangnya teknologi atau kemampuan bangsa ini mengantisipasi, menciptakan produk produk yang baik, sehat dan murah sehingga menjadikan pasar yang empuk bagi komprador atau bangsa lain untuk mengeruk keuntungan dari bangsa ini,





sebagai umat terbesar di Indonesia adalah yang paling rentan, karena banyak Tuntunan dan adab yang sudah di sampaikan Nabi Muhammad SAW, Melalui Alquran dan Hadist, adalah untuk melindungi Umat Islam dari kekufuran dan bala yang akan di timpakan bagi umat yang ingkar.

ini Majelis Ulama USA baru baru ini menerbitkan fatwa yang mengatakan salah satu produk siap saji tidak halal untuk di makan Umat Islam di Amerika. dengan banyaknya persoalan yang tidak berpihak kepada Umat, maka diharapkan umat lebih banyak belajar dan selalu mencari informasi.












Riau Bisnis - YOKYAKARTA - Rabu, 14 Juni 2017 - Kendati pihak kepolisian sudah mengeluarkan larangan terhadap upaya penarikan paksa kendaraan yang dilakukan oleh debt colector, namun kenyataan di lapangan masih ditemukan aktivitas ala preman tersebut. Kali ini korbannya yakni mahasiswa asal Riau,  Ilham yang tengah menuntut ilmu di salah satu universitas di Yogyakarta.

Saat menghadiri acara buka bersama bersama rekan se-kampusnya,  Ilham didatangi oleh 3 pria berbadan besar. Kawanan itu mengaku sebagai debt colector yang di kirim perusahaan leasing Toyota Auto Finance (TAF). Kedatangan mereka bertujuan untuk mengambil paksa mobil Toyota Yaris warna merah yang dibawa korban.

Melihat gelagat yang tidak baik,  apalagi kawanan itu sempat mengeluarkan ancaman,  Ilham dibantu oleh teman - temannya berusaha melakukan perlawanan. Sempat terjadi perang mulut diantara mereka. Apalagi saat kawanan debt colector ngotot untuk merampas mobil korban. Melihat kerumunan mahasiswa makin ramai,  pihak debt colector akhirnya mundur. Namun sebelum berlalu mereka masih sempat mengeluarkan ancaman bakal tetap menarik paksa mobil korban.

Mendapat ancaman dari pihak debt colector, Ilham didampingi rekannya kemudian mendatangi kantor Polsek terdekat guna membuat laporan pengaduan. Pihaknya merasa terancam dengan ulah 3 kawanan debt colector yang mengaku sebagai orang suruhan Toyota Auto Finance (TAF) tersebut. "Kami sudah buat laporan secara resmi kepada polisi. Saya juga sudah hubungi orang tua di Dumai,"  ujar Ilham.

Orang Tua Ilham ketika dihubungi meminta kepada Kepolisian di Jogjakarta untuk dapat segera melakukan tindakan yang cepat, dikarenakan, tindakan ini adalah tindakan yang tidak bisa di benarkan.

Riau Bisnis - Bengkalis - Seorang warga Jalan Sri Pulau Kelurahan Kota Bengkalis dikejutkan dengan aksi percobaan bunuh diri, Selasa (13/6/17) malam ini sekitar pukul 20.45 WIB.


Percobaan bunuh diri itu dilakukan oleh pria keturunan Thionghoa bernama Iwan (37) yang berdomisili di Jalan Hangtuah, Kelurahan Kota, Kecamatan Bengkalis.


Aksi nekad Iwan, diduga akibat depresi masalah keluarganya. Dia menonggak cairan baygon dipinggiran jalan tepatnya didepan kantor KONI jalan sri pulau Bengkalis.


Sementara itu, paur Humas Polres Bengkalis Ipda Zulkifli membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi nekad Iwan akibat adanya masalah keluarga.


"Korban dibantu Patko Sabhara Polres Bengkalis ke RSUD Bengkalis setelah adanya warga yang melapor,"katanya, Rabu (14/6/17).


Saat ini, korban sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Bengkalis.


"Kondisi korban sedang dalam perawatan. Korban masih dalam keadaan sadar,"imbuhnya.

Riau Bisnis - Rohil - Ratusan kaum wanita (ibu-ibu red) menyerbu pasar murah yang ditaja oleh tim Penggerak PKK, Dharma Wanita dan TPID Kabupaten Rokan Hilir di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset daerah (BPKAD) Rokan Hilir, Selasa (13/6/2017) sore.

Pasar murah ini digelar untuk membantu warga kurang mampu. Karena harga sembikan bahan pokok (sembako) selama ramadhan hingga sampai hari raya idul fitri nanti akan mengalami kenaikan.

“Pasar murah ini kami laksanakan selama tiga hari yang dimulai pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini juga rutin kami gelar setiap tahunnya,” kata Kata Ketua Tim PKK Rohil Hj Wan Mardiana Suyatno.

Panitia menyediakan stok sembako cukup banyak, dijelaskannha diantaranya yakni gula pasir, minyak goreng, cabe merah, sirup, dan telur. “Harganya memang jauh murah, misal harga cabe di pasar 1 Kg Rp12 ribu disini Rp6 ribu, gula pasir di pasar 1 Kg Rp13 ribu disini cuma Rp10 ribu,” jelasnya.

Mardiana menambahkan, untuk hari kedua pasar murah akan digelar di lapangan Perteba atau disamping Mess Pemda Rohil Jalan Perwira, Bagansiapiapi.”Dihari pertama ini kurang tertib sebab itu besok pakai kupon,”katanya

Ia juga menghimbau kepada setiap kecamatan untuk menggelar kegiatan yang sama. “Semoga saja dengan adanya harga murah yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu sedikit membantu mereka,”tutupnya.
Riau Bisnis - bengkalis - Lebaran Idul Fitri 1438 H/ 2017 M, pekan akhir Juni mendatang angka kunjungan dari luar negeri ke Pulau Bengkalis H-7 hingga H-1 dan H+1 hingga H+7 diprediksi akan mengalami kenaikan hingga 10 persen dibandingkan tahun lalu.


Demikian diungkapkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis Julharia kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/6/17).


"Untuk penumpang dari luar negeri pada tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 10 persen dari tahun lalu,"paparnya.


Dari data yang dihimpun, pada H-7 hingga H-1 arus mudik Lebaran Idul Fitri 1437 H/ 2016 M lalu jumlah penumpang dari luar negeri ke Pulau Bengkalis mencapai 821 orang sedangkan berpergian ke luar negeri dari berjumlah 2.129 penumpang.


Sedangkan pada H+1 hingga H+7 jumlah pengunjung dari luar negeri ke Pulau Bengkalis berjumlah 1.432 orang dan berpergian dari Pulau Bengkalis ke luar negeri 975 orang.


Jumlah ini penumpang dari dan ke luar negeri yang berkunjung mengalami peningkatan dari 2015 lalu, penumpang dari luar negeri berjumlah 613 orang sedangkan berpergian ke luar negeri berjumlah 2.129 orang.
Riau Bisnis - DUMAI - Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Al-Quran 1438 H/ 2017 M, Remaja Masjid Al-Mukarromah Bumi Ayu Dumai mengelar berbagai macam kegiatan anak-anak dimana tujuan kegiatan tersebut untuk mengisi waktu libur anak-anak menjadi lebih bermanfaat pada saat bulan suci ramadan.


Salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu perlombaan Azan dan Bacaan Surat Pendek, selanjutnya Remaja Masjid Al-mukarromah dalam minggu ini akan melaksanakan kegiatan pesantren kilat dan iktikaf.


Sekretaris Pengurus Masjid Al-Mukarromah Muhammad Adhhari yang sekaligus menjadi ketua panitia Kegiatan Tersebut Mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendidik anak-anak agar akrab dengan masjid dan dapat menggali ilmu agama selama libur pada saat ramadan.


"Kegiatan seperti ini sudah tiap tahun kita lakukan, hal ini kita lakukan bertujuan untuk meningkatkan ilmu agama dari anak-anak dan supaya mereka semakin akrab dengan masjid. selain itu kegiatan ini untuk mengantisipasi anak-anak agar tidak terjerumus kedalam kegiatan yang tidak bermanfaat dilibur panjang ini," tuturnya.


Sementara Bapak Amris Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dapat megakomoir anak-anak kedalam kegiatan yang positif. dirinya juga sangat mengapresiasi remaja Masjid dan Panitia pelaksana yang sudah rela mengorbankan waktu dan tenaga demi terlaksananya seluruh kegiatan selama Bulan suci ramadan.


"Saya sangat berterimaksih kepada panitia dan anak - anak remaja yang sudah rela mengorbankan waktu dan tenaga demi terlaksananya seluruh kegiatan yang sudah direncakan. kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan saya harap dari tahun ketahun akan semakin baik,"

Ucapnya.


Selain itu ketua remaja masjid Ahmad Yani berkomitmen akan terus melakukan kegiatan ini setiap tahun dan berjanji akan semakin baik tiap tahunnya.


"Kami berkomitmen akan melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahun, tentunya hal ini membutuhkan support seluruh pihak, dan saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah membantu kegiatan ini," tutup Danil sapaan Akrabnya.
Riau Bisnis - SIAK - Sebanyak 13 orang anggota DPRD Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah, datangi Kabupaten Siak dalam rangka Kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Batang.

Rombongan yang di Ketuai oleh Wakil DPRD Kabupaten Batang H Fauzi itu, di sambut langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Siak Syafrilenti.

"Tujuan kami datang ke Kabupaten Siak ini, selain menjalin silaturahmi juga ingin mencari ilmu terkait dengan Pengelolaan Badan usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kabupaten Siak," Ucap Wakil DPRD Kabupaten Batang itu.

Selain itu, kami juga merupakan bagian dari Pemerintah Kabupaten Batang, kami menginginkan Pemerintah bisa memaksimalkan pengelolaan dalam hal pengelola keuangan, khususnya pengelolaan BUMD.

"Karena niat itu lah kami memilih Kabupaten Siak untuk mencari ilmu, terkait dengan pengelolaan BUMD di Kabupaten Siak, karena menurut kami Kabupaten Siak telah berhasil mengelola BUMD nya dengan sebaik mungkin," Ucap H Fauzi.

Sehubungan tersebut, Asisten II Setda Kab. Siak mengatakan bahwa latar belakang keberadaan BUMD di Siak adalah Pelayanan untuk kemanfaatan umum, Pengelola bidang usaha strategis : (SDA, keuangan, IT dan media massa), Sumber PAD (pajak, ret, laba), penyeimbang kekuatan monopoli swasta dan usaha perintis Krn Swasta belum tertarik.

"Sampai saat ini ada 5 BUMD di Kabupaten Siak, yakni PD. Sarana Pembangunan Siak (SPS), PT. Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), PT. Bumi Siak Pusako (BSP), PT. Permodalan Siak (Persi) dan PT. Siak Pertambangan dan Energi (SPE)," Ucap Syafrilenti saat menjelaskan di depan rombongan DPRD Kabupaten Batang, di Ruang Rapat pucuk rebung kantor Bupati Siak, Selasa (13/6/17).

Selain itu, Syafrilenti juga sedikit menjelaskan tentang Kabupaten Siak, meskipun usia Kabupaten Siak barun menginjak 18 tahun (tahun 2017 ini) , akan tetapi sudah banyak penghargaan yang di raih, baik itu tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.

"Ketika bapak sudah sampai ke Riau tapi belum sampai ke Siak, yang berarti bapak belum sampai ke Riau. Dan ketika bapak sudah sampai ke Kabupaten Siak, tapi belum masuk ke Istana Siak, yang berarti  bapak belum sampai ke Siak," tutup Asisten II Setda Kab.Siak tersebut.


Riau Bisnis - Dumai - Masyarakat kelurahan Tanjung Palas panik dan berhamburan keluar rumah melihat aktivitas Kilang minyak PT Pertamina refeneri unit (RU) II Dumai berjalan tidak normal.


            Dikatakan Komar, warga Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur mengungkapkan, bahwa masyarakat sekitar lokasi kilang minyak Pertamina RU II Dumai sempat panik melihat semburan api muncul dengan sangat besar.

           "Selain api besar, suara kilang juga berisik dan tidak terdengar seperti biasanya yang membuat warga semakin panik," kata Komar, Selasa (13/6/2017).

 Komar juga mengatakan, aktivitas tidak normalnya kilang minyak Putri Tujuh Dumai yang membuat masyarakat menjadi takut tersebut terjadi pada Senin (12/6/2017) sekitar pukul 23.45 WIB.

               Sementara itu Ketua LPMK Tanjung Palas, Suhanto merasa resah dengan kejadian seperti ini yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya masyarakat Tanjung Palas hidup dengan kecemasan dan kekuatiran setiap hari. Takut kalau-kalau kilang ini sewaktu-waktu meledak. "Ada sedikit suara dari kilang aja, masyarakat disini sudah mati ketakutan," kata Suhanto.

               "Api dan suara berisik yang membuat warga takut ini berlangsung hampir satu jam," katanya.

 Semburan api tersebut diketahui berasal dari salah satu cerobong pembakaran gas buang yang dekat dengan pemukiman masyarakat.

              "Saat ini tim di kilang minyak, Refinery Unit II Dumai tengah berupaya meminimalisir masalah tersebut agar cepat selesai. Kita lihat tadi api kobaran sudah mengecil namun menimbulkan efek suara yang menggangu masyarakat," kata Audy.


              Soal kurangnya informasi dan koordinasi dari pihak Pertamina atas kejadian ini yang sempat membuat masyarakat panik, Audy menjelaskan kondisinya kilang dalam kondisi ada masalah atau tidak stabil. Pihaknya memprioritaskan penanganan atas masalah dan ketidakstabilan di kilang itu terlebih dulu. Setelah mengetahui kondisinya aman karena yang terjadi hanya terjadi kondisi diluar kebiasaan saja, barulah pihak Pertamina menyambangi warga.



Riau Bisnis - Dumai- Menjadi harapan dan penerus bangsa , Walikota Dumai H. Zulkifli AS tidak bosan bosan menghimbau kepada orang tua untuk menjaga anak mereka dari pengaruh buruk narkoba dan lingkungan.





Himbauan tersebut berulangkali disampaikan oleh orang nomor satu Kota Dumai ini setiap mengunjungi masjid dan mushola dalam rangkaian kegiatan safari Ramadhan seperti sambutannya di masjid Baiturahim jalan Cempedak, Kelurahan Rimba Sekampung, Ahad (12/6/2017).




"Sebagai orang tua kita berkeinginan anak kita menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua dan bangsa namun keinginan kita tidak bisah dengan keinginan saja namun harus ada usaha dan apa yang terjadi saat ini adalah kenakalan remaja mulai dari perkelahian, narkoba dan lainnya jadi itu perlu kita cegah," ujar.




" Kalau anak kita sudah tagih narkoba tidak hanya merusak diri mereka saja namun akan mengancam orang tua mereka terutama ibu. Kalau mereka sudah kecanduan narkoba maka mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapat uang guna membeli dan mengkonsumsi narkoba. Sudah banyak contohnya orang tua yang menjadi korban pemukulan dan bahkan dibunuh oleh anaknya untuk mendapatkan uang guna membeli narkoba," urai Zul As.




"Jagalah anak anak kita, lihat mereka walaupun mereka didalam kamar karena banyak penggunaan narkoba dilakukan didalam kamar dan kita tidak menyadari hak tersebut," harapnya.






"Kami pemerintah komitmen untuk menjaga anak anak kita semua dengan menganggarkan biaya pendidikan melalui APBN hingga mencapai 30 persen dari APBD Dumai dan kami kecewa kalau anggaran yang cukup besar dikucurkan ternyata tidak membuat anak kita lebih baik, semua itu sia sia jadinya," kata Zul As.




Ditambahkan Zul As dirinya menanyangkan minimnya remaja dan kalangan pemuda mengungjungi masjid dan mushola selama bulan Ramadhan ini meski mereka sekolah kita liburkan.




"Dimana remaja kita, selama 10 hari kami rombongan melakukan safari Ramadhan, keberadaan remaja di masjid bisah dihitung dengan jari. Kemana mereka dan ini harus menjadi perhatian kita orang tua untuk mengetahui keberadaan mereka dibaca," tegas Walikota Dumai.




Bayangkan saja beberapa malam ini polisi harus berjajar kejaran dengan sejumlah kelompok remaja yang melakukan balap liar dan tawuran. Banyak remaja yang diamankan polisi ditemukan sejumlah senjata tajam dari tangan mereka. Bahkan dalam kelompok tersebut ada anak sekolah dasar dan bahkan anak perempuan, katanya.




Riau Bisnis - Dumai - Pemerintah Kota Dumai menggelar Peringatan Nuzulul Quran 1438 H dan buka puasa bersama jajaran Pemko Dumai, pada Senin (12/6/2017) sore di Lapangan Eks. Kantor Walikota Jalan H.R Soebrantas.





Kegiatan yang dihadiri oleh Walikota, Zulkifli As, Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo, Sekdako Dumai, H.M Nasir, seluruh Forkompimda dan Kepala SKPD Kota Dumai ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan ceramah oleh Ustadz H. Irfan Yusuf yang diundang langsung dari Kota Medan.





Dalam sambutannya Walikota Dumai menyampaikan bahwa momen peringatan Nuzulul Quran ini dapat dijadikan momentum dalam menggalakan kembali gemar membaca Al-Quran.dalam arti ini perlu di terjemahkan dalam arti luas bahwa suatu pekerjaan perlu dengan ilmu dan pengetahuan itu sendiri dari segi agama maupun kehidupan kita sendiri dalam kehidupan sehari hari." pungkas walikota.

"Membaca Al-Quran ini tidak hanya bisa dituntut , tetapi juga harus benar sesuai dengan ketentuan dan tata cara bacaan serta setiap hari kita amal kan, jangan hanya pada momen Ramadhan saja," kata Walikota





pada kesempatan itu Ustadz Irfan Yusuf mengakatakan bahwa masyarakat yang madani yaitu yang menjunjung tinggi nilai nilai peradaban