Berita Pemerintahan

Business Riau

NEWS RIAU

Nasional

Kkota Dumai

Pekanbaru

Riau Butuh Gubernur Maritim

RIAUBISNIS.COM - Demikian di sampaikan oleh Ketua Komite Pembentukan Propinsi Riau Pesisir (KP2RP) Ahmad Jony Marzainur. SH. di pembukaan perbincangan. Dalam hal menentukan sikap tersebut, beliau menyebutkan hal ini bukan lah sebuah Arogansi Egosentris, local, tapi sebuah tanggung Jawab, dimana dari sisi Ekonomi, geografis, geopolitik.

Kawasan Pesisir Riau yang terdiri dari 6 kabupaten Kota Dumai, Bengkalis, siak, Rohil, Palalawan dan Meranti adalah kawasan yang berhadapan langsung dengan Laut. Tentunya sebagai daerah yang memiliki laut yang memiliki potensi yang sangat potensial, baik dari segi ekonomi maupun Politik dan tentunya juga yang benar benar memahami tentang aspek kelautan.

Seharus Riau bisa lebih maju dengan segera. kata Jony, Walaupun tidak bisa kita pungkiri memang sudah terjadi pembangunan, tapi menurut Jony tidak sesuai, disebabkan kemapuan managerial seorang pemimpin selama ini yang belum berwawasan kelautan, yang menjadi kendala dan penghambat kemajuan secara komprehensip.ujarnya.

seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menggesa sektor kelautan, seharusnya pemprov sudah menyiapkan perangkat perangkat Infra sturktur dan Suprastruktur yang di perlukan untuk itu, tapi kami tidak melihat kebijakan pemerintah provinsi dan upaya upaya pemerintah propinsi menyikapi dan melaksankan hal tersebut, apa yang telah di lakukan? disinyalir pemerintah daerah tidak mampu mengimbangi program program nasional yang berbasiskan lokal society, jadilah pemerintah ini hanya pak turut, dan cari selamat.

Indikatornya gampang kok, sebut jony. sebagai contoh kecil, di jogja saja tidak ada potensi kepelabuhanan memiliki perguruan tinggi berbasikan laut Seperti Akademi Maritim dll. Saya Tanya berapa industri yang mendukung usaha kelautan, mana kawasan industri yang di buat oleh penmerintah, mana kawasan ekonomi Khusus, Bounded Area, yang terpadu di daerah pelabuhan, seperti Galangan kapal (dulu ada di Dumai Patra Dock, sudah tidak beropesi lagi) siapa pengelola pelabuhan, yang sampai hari ini pemerintah Daerah baik Provinsi maupun kabupaten kota fahamnya adalah kontribusi sektor kepelabuhanan.

sampai sekarang berapa pelabuhan yang di kelola oleh pemerintah daerah? sepertinya baru satu di kabupaten Siak, yang memang sudah di gagas bertahun yang lalu, oleh beberapa bupati terdahulu, itu di sebabkan adanya kemauan berdasarkan pemahaman mendasar ingin memajukan daerah berbasiskan kelautan. Pemetaan Potensi wilayah aja tidak ada, walaupun sebenarnya ada tapi tidak tergambar dalam kebikakan eksternal Pemprov.

kalau mau bicara data berapa PAD yang bisa masuk dari sektor pelabuhan yang mampu di gali oleh daerah, yang PADnya benar benar di gagas oleh pemerintah daerah melalui sektor Pelabuhan, jawabnya adalah Nol, silahkan di bantah tantang Jony.

jangan kan untuk hal tersebut yang saya sampaikan RT/RW daerah aja  sangat Lamban dan membingungkan, bagaimana mau maju. makanya dari sekian banyak persoalan yang ada di butuhkan kepepimpinan Riau ini yang memahami pesisir, mengerti pesisir dan pelaku kegiatan di pesisir, karena diyakini akan mampu mempercepat pembangunan daerah yang adil dan merata.

kami dari KP2RP akan mempersiapkan agenda pertemuan untuk merumuskan dan membulatkan tekat bagaimana kawasan pesisir di pimpin kembali oleh Masyarakat Kawasan Pesisir dengan catatan memiliki kemapuan yang di perlukan daerah, bukan mendukung buta saja. kami minta Partai Partai yang akan mengusung dan mendukung calon kembalilah bicara dengan hati, perhatikan kepentingan Daerah, jangan bicara sektoral, bicaralah dari Hati Tanah Melayu, Tanah bumi Lancang Kuning, Tanah tempat kita berbakti, berrbuatlah dan bekerjalah dengan Hati bukan dengan Money.

Business Riau

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar: