Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru

Capten Hepyardi Ahza, m. Mar. Kukuhkan  PPBMI


businessriau.com. makassar. 27 November 2017


PERSATUAN PENGUSAHA BONGKAR MUAT (PPBMI) se Indonesia bagian timur.  Pengukuhan dilaksanakan di Kota Makassar. Dengan di hadiri OP Makassar, Dinas Perhubungan. Propinsi Sulawesi Selatan, dan tamu undanga lainnya.


Dalam kesempatan Sambutannya Capt. Hepyardi yang juga merupakan Anggota DPR – RI Komisi V menyampaikan bahwa dengan adanya organisasi yang menaungi para pengusaha Bongkar Muat di benarkan secara Hukum, dan tidak ada yang bertentangan, dan ini juga di jamin hak setiap warga Negara untuk membuat suatu oraganisasi.


Dengan berdirinya PPBMI di Sulselbar, Papua, Maluku, Kalimantan ini dapat meningkat kan kinerja dan semangat untuk melindungi para pengusaha. PPBMI hadir juga agar dapat menjadi Mitra Strategis Pemerintah, untuk memberikan masukan masukan yang berguna bagi kepentingan bangsa. Beliau sebagai Ketua Umum juga meminta kepada aparat ur Pemerintah Pusat di daerah maupun Aparatur Pemerintah Daerah untuk dapat bekerjasama dan membina Anggota PPBMI dimanapun, berikan bimbingan,dukungan pada organisasi ini.


Salah satu Ketua DPW Terpilih Untuk Sulawesi Selbar


, Ruslin Manoarpa, mewakili para Ketua yang bersama sama di lantik siap menjalankan roda organisasi ini dengan kemampuan yang sudah diibuktikan selama ini. Bersama bekerja  dan bekerja bersama itu moto yang di tanamkan dalam memimpin organisasi. Kita akan siap membantu anggota.



Dumai terisolir akibat ditutup nya bandara, Businessriau.com, 29 November 2017

Dengan diterbitkannya dinas perhubungan UPT  Bandar udara pinang kampai nomor 553.2/dishub-bu/ permohonaan penerbitan notam yang ditada tangani ka bandara pinang kampai. Catur hargowo. SE. M.Si

Adapun dasar penerbitan Notam adalah surat direktur Jenderal  Perhubungan udara nomor ; 262/dkp/VIII/2016 perihal kendaeaan pk-PK aseet UPU Japura . dengan ditariknya satu (1) unit kendaraan PKP-PK ke UPBU Japura dan surat dari PTchevron paciifik Indonesia perhial penghentian DAMKAR ke Bandara pinang Kampai maka terjadi penurunan kategori PKP-PK sehingga bandara pinang Kampai wajib mengusulkan Penerbitan Notam. Penrbitan Notam ini berlakku dari tanggal 30 November 2017 s/d28 februari 2018

Dengan diberlakukan nya Notam otomatis Dumai terisolir dari kegiatan Udara, dan ini cukup meresahkan banyak pihak. Kenapa dengan banyak nya perusahaan BUMN seperti Pertamina dan perusahaan Swasta skala Internasional tidak mampu mendukung Upaya Pemeritah Daerah untuk memajukan, banyak agenda bisnis kedumai jadi tergendala.

Beberapa tokoh masyarakat menyesalkan atas gagal nya Dumai sebagai daerah yang memiliki potensi dan penghasil ratusan Triliyun Rupiah baik dari Minyak Mentah maupun minyak CPO sepertinya tidak mendapatkan Dukungan yang serius. Msyarakat Dumai dan sekitarnya yang dahulu hanya bisa bermimpi untuk memiliki fasilatas transportasi Udara yang refresentatif, sekarang sudah terhambat kembali. Kita tidak tahu kenapa seperti ini, dan sepertinya tidak ada jalan keluar. PLT Kepala dinas ketika di hubungi  Media online Riau Bisnis tidak menjawab, ingin menayakan perihal persoalan ini. Bagaima mau jadi kota Industri, untuk hal ini saja tidak mampu.
PELINDO CABANG DUMAI SIAP UNTUK KEGIATAN TERMINAL CONTINER

Demikian disampaikan GM PT Pelindo Cabang dumai Djuhaery ketika di temui di Ruang kerjanya, Di kantor PT Pelindo I cabang Dumai. bahwa PT. Pelindo selalu berinvestasi dengan membangun fasilitas kepelabuhanan untuk mendukung kelancaran arus barang baik gencar, cair maupun breakbulk, dan ini sudah di gelontorkan dana milyaran untuk membangun infrastruktur dilahan Pelindo cabang Dumai lengkap dengan suprastruktur  yang di perlukan termasuk menyiapkan sekalian peralatan yang baik.


Ketika di Tanya tentang refresentativ yang di maksud media Business Riau, keluhan dari para perusahaan continer tentang barang masuk ada tapi barang keluar tidak ada langsung di bantah Pak Zulhery sebagai GM PT. Pelindo. bahwa bukan barang keluar yang tidak ada tapi barang yang masuk yang tidak ada. kita agak heran saja bahwa pelabuhan dumai yang siap ini, tidak dijadikan tempat pengriman barang seperti karet katanya sudah hampir 1 juta ton tidak menggunakan pelabuhan Dumai yang merupakan pelabuhan Intenasional di Riau, ini kenapa ? tanya beliau heran.

Sebagai pelabuhan alam yang terdalam di kawasan Riau Pesisir  Baru dari satu komoditas, bElum  ditambah dengan komoditas yang lain, ketua gabungan inportir  Propinsi Riau, ketika di konfirmasi, bahwa perlu adanya campur tangan dari pemerintah daerah Propinsi Riau juga kabupaten kota, untuk membangun bersama menjadikan pelabuhan dumai, sebagai pintu gerbang Propinsi Riau melalui pelabuhan laut, dan dumai   sebagai pintu gerbang dari propinsi riau, perlu kebersamaan. Sampai hari ini saja riau secara umum belum melakukan konsolidasi potensi produksi. Data yang ada tidak pernah di publikasikan, dan data potensi Riau.

Ketua DPW APBMI RIAU Asosiasi Perusahaan bongkar Muat Riau Ahmad Jony Marzainur. SH. menyampaikan apresiasi kepada PT. Pelindo yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melancarkan kegiatan kepelabuhanan  dan kami melihat banyak investasi untuk membangun pelabuhan yang berkualifikasi yang sudah sangat optimal. Pelayanan yang diberikan juga sudah sangat profesional. Selain peralatan yang di miliki oleh Pelindo sendiri seperti ricstaker, juga ada HMC, dan pelayangan lain sebagai pedukung,

Senada yang disampaikan oleh Ketua HMPPR himpunan Mahasiswa pasca sarjana Afiranto Kurniawan SH. Bahwa dukungan yang komprehensi perlu di galang, karena multi effect player dari banyak kegiatan dapat menambah income bagi Riau, juga banyak terciptanya lapangan pekerjaan, karena terus terang kegiatan kepelabuhanan banyak menyerap tenaga kerja.

Dalam kesempatan yang sama ketua DPW APBM Riau juga menyampaikan  lesunya kegiatan kepelabuhanan untuk di kawasan PT Pelindo Dumai disebabkan beberapa factor, pertama banyaknya berdiri TUKS di Sekitar Dumai. Kalau dari sisi penyerapan tenaga kerja ini juga sudah optimal.

Harapan kami sebagai Pengusaha yang bergerak di pelabuhan kiranya pemerintah daerah jika ingin berkontribusi, dari sekarang sudah mulai harus memikirkan regulasi kearah yang mengarah ke Pelabuhan, demikian dijelaskan Jony.

 
Pembukaan Pelatihan Tahap II

Budidaya Cabe dan ternak lele dengan teknologi MA-11 sebulan pertama tanpa pakan ikan/pelet, pada senin, 13 Nopember 2017 Pukul 20.00 wib di Ruang Diklat Kopontren Al Amin Dumai
Pelatihan diikuti 5 Ponpes, PP Darul Huda Lirik Inhu 4 orang, Ponpes Yazid Bonai Rohul 10 orang, PP. Al Khoiriyah Rohil 3 orang, PP. Al Harokah Dumai 2 orang, PP. Cabang Al Amin Dumai 1 orang
Pelatihan ini hadir karena adanya permintaan dari beberapa pondok pesantren yg belum ikut pada tahap I untuk budidaya cabe dan ternak lele, pada saat itu diikuti oleh 9 Ponpes se riau.

Pada pelatihan saat ini, dg ijin dan ridho Allah,

kita diijinkan Allah pihak PPPKE PP Kopontren Al Amin Dumai, FKPP Riau serta FKPP Rohul diberi peran memfasilitasi antara PT.BINA DAYA BENTALA,KECAMATAN BONAI DARUSSALAM dengan Ponpes Yazid Bonai Rohul.

Alhamdulilah, Pihak PT.BDB Bonai Rohul siap untuk membantu 8 santri Ponpes Yazid Rokan Hulu dari 10 peserta yang ikut, pendanaannya dibantu dari CSR PT. tersebut, sedangkan 2 peserta lagi dg dana swadaya yayasan ponpesnya sendiri.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh PPPKE PP kopontren Al Amin Dumai ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan Program Pendampingan terhadap ponpes peserta pelatihan. Bentuk pendampingan tersebut merupakan program yang ditawarkan oleh pihak PPPKE PP kopontren Al Amin agar hasil pelatihan dapat dipraktekkan dengan hasil maksimal di ponpesnya masing masing.

Program Pendampingan nantinya akan dilaksanakan berdasarkan Mou pihak PPPKE PP kopontren Al Amin dengan masing masing ponpes peserta pelatihan.

Khusus untuk 12 ponpes dari tahap I dan II pelatihan budidaya cabe dan ternak lele ini, jika tidak ada perubahan tanggal, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2017 nanti.

Harapan kita semoga langkah nyata masyarakat ini yang dilakukan melalui pondok pesantren ini dalam rangka untuk ikut berperan serta dalam pembangunan sektor ekonomi dapat dijadikan program prioritas pemerintah, BUMN, Perusahaan Perusahaan Swasta yang ada di indonesia. Karena kami ponpes di riau sudah bertekad upaya upaya kami ini tidak hanya untuk mencapai kemandirian ponpes saja tapi juga untuk membantu santri, wali santri dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kemandirian sektor ekonomi.
Semoga niat mulya kita bersama ini, dapat ridho Allah dan segera terwujud melalui kerjasama dan bersinergi
Pembukaan Pelatihan Tahap II
Budidaya Cabe dan ternak lele dengan teknologi MA-11 sebulan pertama tanpa pakan ikan/pelet, pada senin, 13 Nopember 2017 Pukul 20.00 wib di Ruang Diklat Kopontren Al Amin Dumai

Pelatihan diikuti 5 Ponpes, PP Darul Huda Lirik Inhu 4 orang, Ponpes Yazid Bonai Rohul 10 orang, PP. Al Khoiriyah Rohil 3 orang, PP. Al Harokah Dumai 2 orang, PP. Cabang Al Amin Dumai 1 orang

Pelatihan ini hadir karena adanya permintaan dari beberapa pondok pesantren yg belum ikut pada tahap I untuk budidaya cabe dan ternak lele, pada saat itu diikuti oleh 9 Ponpes se riau.

Pada pelatihan saat ini, dg ijin dan ridho Allah, 

kita diijinkan Allah pihak PPPKE PP Kopontren Al Amin Dumai, FKPP Riau serta FKPP Rohul diberi peran memfasilitasi antara PT.BINA DAYA BENTALA,KECAMATAN BONAI DARUSSALAM dengan Ponpes Yazid Bonai Rohul.

Alhamdulilah, Pihak PT.BDB Bonai Rohul siap untuk membantu 8 santri Ponpes Yazid Rokan Hulu dari 10 peserta yang ikut, pendanaannya dibantu dari CSR PT. tersebut, sedangkan 2 peserta lagi dg dana swadaya yayasan ponpesnya sendiri.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh PPPKE PP kopontren Al Amin Dumai ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan Program Pendampingan terhadap ponpes peserta pelatihan. Bentuk pendampingan tersebut merupakan program yang ditawarkan oleh pihak PPPKE PP kopontren Al Amin agar hasil pelatihan dapat dipraktekkan dengan hasil maksimal di ponpesnya masing masing.

Program Pendampingan nantinya akan dilaksanakan berdasarkan Mou pihak PPPKE PP kopontren Al Amin dengan masing masing ponpes peserta pelatihan.

Khusus untuk 12 ponpes dari tahap I dan II pelatihan budidaya cabe dan ternak lele ini, jika tidak ada perubahan tanggal, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2017 nanti.

Harapan kita semoga langkah nyata masyarakat ini yang dilakukan melalui pondok pesantren ini dalam rangka untuk ikut berperan serta dalam pembangunan sektor ekonomi dapat dijadikan program prioritas pemerintah, BUMN, Perusahaan Perusahaan Swasta yang ada di indonesia. Karena kami ponpes di riau sudah bertekad upaya upaya kami ini tidak hanya untuk mencapai kemandirian ponpes saja tapi juga untuk membantu santri, wali santri dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kemandirian sektor ekonomi.

Semoga niat mulya kita bersama ini, dapat ridho Allah dan segera terwujud melalui kerjasama dan bersinergi









Riau Bisnis - Dumai - Peringati hari Pahlawan yang ke - 72 Tahun 2017 di Kota Dumai ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih di halaman eks kantor Walikota Jalan HR Soebrantas Dumai Timur, dan dipimping langsung oleh Danlanal Dumai, Kolonel Laut (E) Yose  Aldino.


Kegiatan ini turut Hadir juga para unsur forkopimda, jajaran pemerintah kota, organisasi pemuda dan kalangan veteran di Dumai.


Dalam hal ini Danlanal Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino menjadi inspektur upacara peringatan hari Pahlawan tersebut.


Pantauan di lapangan  Pasukan Pengibar Bendera (Parskibra) pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kota Dumai, Jum'at (10/11/2017) terpaksa harus basah-basahan. Mereka harus menerobos genangan air di Lapangan Kantor Bersama Pemerintah Kota Dumai.


Air menggenangi sebagian lapangan usai hujan mengguyur pada Kamis malam. meskipun sepatu dan celana para anggota Paskibra Dumai basah. Mereka tetap melintas di genangan air saat hendak menaikkan bendera. Mereka juga melewati genangan air itu selepas menaikansang Bendera Merah Putih.

 Riau Bisnis - Rohil - Dalam rangka meningkatkan kemandirian dan memanfaatkan potensi yang ada di desa yang akan berimplikasi pada pemerintah setempat, pemerintah pusat dan juga daerah terus berupaya melakukan berbagai program dan terobosan. Salah satunya dengan melalui adanya Badan Usaha Masyarakat Desa (Bumdes).

Hal ini juga yang saat ini sedang digenjot oleh Pemkab Rohil, yang mana beberapa waktu
sebelumnya Sekda Rohil, Surya Arfan menargetkan bahwa pada tahun ini seluruh desa di
Kabupaten Rohil memiliki Bumdes di masing - masing wilayahnya.

Iya kita ingin seluruh desa memiliki Bumdes tahun ini, ujarnya.

Oleh karena itu, Pemkab Rohil melalui Dinas PMD terus melakukan sosialisasi dalam
mewujudkan terciptanya kemandirian desa melalui adanya Bumdes tersebut. Sementara itu,
berdasarkan data terakhir pada bulan Juli 2017 jumlah Bumdes yang tercatat di Dinas PMD
Rohil, berjumlah sebanyak 23 Bumdes yang masih dalam tahap pembangunan awal.

Dalam memaksimalkan pengelolaan Bumdes, maka diperlukan dukungan dari segala pihak.
Terutama penghulu ataupun kepala desa dan Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) beserta seluruh komponen desa terkait.

Hal ini turut dijelaskan oleh Kadis PMD Jasriyanto, melalui Iryan, selaku Kabid Pembangunan dan Pengembangan Desa (PPD) untuk perlunya peran maksimal dari pihak kepenghuluan di masing desa yang ada di Kabupaten Rohil dalam membangun dan mengelola Bumdes.

Kita minta dan butuh dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan terutama kepada Datuk
Penghulu dan BPKep untuk mampu membentuk di masing - masing desa dan melakukan

pengelolaan Bumdes itu nantinya dengan baik, sehingga kemandirian desa itu akan tercipta,
tentunya dengan melalui musyawarah desa melalui stake holder yang ada, ujarnya.

Lebih lanjut, mengingat sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang paling utama di Rohil, Kabid Pengembangan dan Pembangunan Desa (PPD), Iryan mengimbau kepada seluruh Badan Usaha Masyarakat Desa (Bumdes) baik yang akan dibentuk maupun yang telah dibentuk untuk mampu bergerak dalam bidang pengelolaan kelapa sawit.

Melalui pengelolaan Bumdes yang baik di tiap desa dalam hal pengolahan kelapa sawit, Iryan berharap ke depannya setiap desa di Rohil memiliki masing - masing Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini yang dikelola secara oleh langsung desa, sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk meningkatkan PAD Kabupaten Rohil.

Untuk informasi bahwa perkebunan kelapa sawit hingga saat ini merupakan salah satu komoditas utama yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga hampir di setiap lokasi di Rokan Hilir selalu ditemui perkebunan kelapa sawit. Wilayah perkebunan yang sangat luas di Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu faktor pendorong tingginya produktifitas komoditas perkebunan.


Berdasarkan data terakhir dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Rohil pada Tahun 2016 akhir, tercatat untuk perkebunan sawit memiliki luas sebesar 281.793 Ha, sementara itu untuk posisi ke dua yakni perkebunan karet yang luasnya 25.830 Hektare yang mana saat ini paling banyak berada di Kecamatan Bagan Sinembah Lama, Bagan Sinembah Jaya, Bagan Simbah Raya dan Simpang Kanan. Sementara itu untuk perkebunan karet saat ini paling banyak berada di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih.

Luas ini jauh meningkat dibandingkan Tahun 2007 di mana luas areal perkebunan adalah 124.849 Ha dengan produksi 109.004 ton kelapa sawit.

Kalau pengelolaannya baik bisa mendongkrak harga beli sawit masyarakat daerah. Bisa juga meningkatkan PAD desa dan paling penting berdampak juga terhadap PAD Kabupaten Rohil, tandas Iryan.(Avd/Humas)

Share this article :



Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya saing.(Advetorial/Humas)



Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya

saing.(Advetorial/Humas)
Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya

saing.(Advetorial/Humas)
Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya

saing.(Advetorial/Humas)


Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya saing.(Advetorial/Humas)




Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya saing.(Advetorial/Humas)






Riau Bisnis—Rohil—Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Pemprov Riau telahmemprogramkan pengadaan bibit ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah.

Putih. Program pengadaan 58 ribu ekor bibit ikat baung di Rohil tersebut telah tabur secara langsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Rokan Hilir Suyatno diSungai Rokan, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Senin (21/8/2017) lalu.

Penaburan bibit ikan baung di Sungai Rokan itu disaksikan oleh banyak para pejabat dilingkungan Provinsi Riau, seperti Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim dan Brigjend TNI Edy Natar Nasution, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman, Walikota Dumai Zulkipli AS, serta para pejabat dilingkingan Rohil, Camat Tanah Putih, para tokoh masyarakat dan ratusan warga Tanah Putih.

Acara penebaran bibit ikan diawali dengan penyerahan 58 ribu bibit ikan baung secara simbolis oleh sejumlah anggota DPRD Riau seperti Asri Auzar, Karmila Sari, Siswaja Mulyadi (Aseng) dan Manahara Manurung lalu diserahkan kembali kepada sejumlah warga. Selain penyerahan bibit, diserahkan pula kartu asuransi untuk nelayan, klaim pembayaran asuransi yang juga diserahkan secara simbolis.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, penebaran bibit ikan baung ini merupakan salah

satu langkah penyelamatan populasi ikan baung yang mulai berkurang akibat pencemaran air sungai Rokan. Penebaran benih ikan baung, diharapkan potensi sungai akan lebih meningkat. Sungai tidak

hanya untuk transportasi melainkan bisa dimanfaatkan sebagai menumpang hidup para nelayan

dan bagi masyarakat yang ada disekitar sungai Rokan,” Harapnya.

Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini? berharap bibit yang ditebar tersebut akan

bermanfaat dalam beberapa tahun mendatang. Namun sebelumnya penting sekali bagi masyarakat menjaga keberadan sungai. Sehingga ke depan, begitu bibit ikan baung yang ditebar ini sudah siap dipanen, akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Masyarakat kecamatan tanah putih berterima kasih kepada pemerintah provinsi riau melalui dinas perikanan dan kelautan telah meluncurkan program penebaran benih ikan baung sebanyak 5800 Ekor di Pulau Tilan.

Program Restoking merupakan provinsi riau ,masyarakat disini khususnya sangat menyambut baik, penebaran benih ikan,bilamana  dua tahun atau tiga tahun benih telah membesar ikan baung dapat dinikmati hasil nanti. kata Camat Tanah Putih Rokan Hilir, Ramlandi Pulau Tilan Tanah Putih. Selain itu penebaran benih ikan baung, Gubri dan Wakil Gubri menyerahkan Kartu Asuransi Nelayan (KAN)kepada nelayan Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan uang secara Simbolis Besarnya harapan masyarakat program diturun disini,Jika perlu program ini tidak hanya sampai disini saja,Kami harapkan program restoking terus berlanjut pada tahun berikutnya. Ungkap Ramlan.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur, wakil Gubernur dan berserta rombongan dalam kegiatan penebaran benih ikan baung di Kepenghuluan Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Selain itu Suyatno juga apriasi terhadap  kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais dalam membangun

perekonomian  masyarakat dengan membuat jembatan terapung di sungai rokan untuk sampai di

Taman Wisata Pulau  Tilan dengan mengunakan dana ADD. Saya sangat bangga sekali kinerja Datuk Penghulu Rantau Bais. Dengan dilepasnya benih  ikan baung ke sungai rokan semoga bermanfaat buat masyarakat Tanah Putih khusus Rantau Bais, Kata Suyatno.

Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilki daya tarik dan unggulan investasi perikanan baik perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk komoditi perikanan laut, yakni Rohil mempunyai sumber daya hayati yang cukup luas dan memiliki Suwadaya Manusia (SDM) yang cukup besar dan terampil di bidang perikanan sesuai aspek perikanan. Selain itu Juga, Rohil memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai,baik itu perikanan tangkap maupun budidaya dan pengolahan hasil tangkapan seperti budidaya kerang dan pengolahan perikanan, serta harga produk perikanan dari Rohil dapat bersaing sesuai mutu yang dihasilkan perikanan nelayan.

Kabupaten Rohil memilki jaringan distribusi yang cukup, baik itu pasar lokal maupun pasar besar untuk semua produk perikanan, selain itu Rohil memiliki potensi pengembangan sentra produksi perikanan untuk semua aspek komoditi, kemudian tersedianya bahan baku yang jauh dari pusat pengolahan pemasaran, dengan telah terbukanya media sosial membuka jaringan akses  pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri maupun luar negeri produk ini bisa berdaya saing.(Advetorial/Humas)