Berita Pemerintahan

Business Riau

☆☆NEWS RIAU

☆☆☆Nasional

☆Kota Dumai

☆☆Pekanbaru

You are here

Rakor Gubernur se Sumatera Bahas Dana Bagi Hasil CPO


 BUSINESSRIAU.COM - Gubernur se Sumatera dalam Rapat Koordinasi (Rakor) membahas jatah dana bagi hasil CPO (Minyak sawit kasar/Crude Palm Oil) ke pusat karena sumatera salah satu pulau penghasilkan CPO dalam jumlah besar. Namun tidak pernah menikmanti hasilnya.

“Kita berjuang bagaimana ada bagi hasil dengan pemerintah pusat, sebab Sumatera begitu banyak menyumbang CPO,” kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang memimpin Rakor Gubernur se Sumatera di Bengkulu, Selasa (9/7/2019) di Hotel Grace, Provinsi Bengkulu.

Selain “jatah” minyak sawit yang sepatutnya diterima daerah, Rakor tersebut juga membahas bagaimana CPO di Pulau Sumatera ini memiliki daya saing sekaligus membahas regulasinya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar MS.i menyarankan, jika bagi hasil nantinya tidak diberikan pemerintah pusat ada solusi lain yang harus dicari. Misalnya, kata Syamsuar, diminta agar semua CPO tidak diekspor, hanya sebagian saja. Sehingga masing-masing daerah bisa membuat industri hilir.

Dari Rakorgub se-Sumatera yang diselenggarakan di Bengkulu sejak tanggal 8-10 Juli menghasilkan 11 kesepakatan. Adapun sebelas poin isi ‘Piagam Memorandum of Rafflesia’, dianataranya:

1. Mendorong peningkatan konektivitas di Pulau Sumatera melalui dukungan percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan Rel Kereta Api Sumatera yang menghubungkan provinsi-provinsi di Pulau Sumatera dan terintegrasi dengan pelabuhan-pelabuhan strategis di masing-masing wilayah.

2. Mendukung pelaksanaan program Tol Laut melalui pengembangan pelabuhan –pelabuhan di wilayah barat Pulau Sumatera dan penguatan posisi pelabuhan Sabang serta mendorong jalur pelayaran wilayah barat Pulau Sumatera sebagai jalur alternatif pelayaran selain Selat Malaka.

3. Mendukung percepatan penetapan dan pengembangan pelabuhan Provinsi Bengkulu, Batam Provinsi Riau, Sungai liat dan Tanjung Gunung Kepulauan Bangka Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera serta mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pembentukan KEK lainnya di Pulau Sumatera yaitu, Kula Enok dan Pulau Rupat Provinsi Riau serta Mandeh dan Siberut Mentawai Provinsi Sumatera Barat.

4. Meningkatkan konektivitas Pulau Sumatera dan Pulau Jawa melalui percepatan realisasi pembangunan jembatan Selat Sunda, agar dapat mewujudkan pemerataan pembangunan antara Pulau Sumatera dan Pulau jawa.

5. Mendukung pembangunan Provinsi Kepulauan di Pulau Sumatera melalui percepatan jembatan Selat Bangka yang menghubungkan Kepulauan Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan serta jembatan Batam – Bintan Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan konektivitas serta mendorong pemerintah pusat untuk segera mengesahkan rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan.

6. Membentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak tingkat desa melalui APPDes.

7. Mengembangkan kopi Sumatera sebagai komoditas unggulan pulau Sumatera dengan membangun pusat perdagangan kopi yang terintegrasi (Sumatera Trading Coffe House) sebagai pusat kerjasama pemasaran dan peningkatan kualitas produk mulai dari tanam hingga hilirisasi.

8. Meningkatkan peran Pulau Sumatera dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui optimalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan produktifitas serta hilirisasi komoditas unggulan Pulau Sumatera yang saat ini sudah menjadi unggulan masing-masing provinsi.

9. Mengusulkan Provinsi lampung sebagai salah satu alternative untuk dikaji sebagai Ibukota negara Republik Indonesia dalam rangka mengakselerasi pembangunan Pulau sumatera dan pembangunan nasional.

10. Mendorong peningkatan peran Pulau Sumatera sebagai pendukung logistik komoditas pangan untuk Pulau Jawa.

11. Bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pengamanan terhadap peredaran narkoba, human trafficking dan illegal fishing. (riaukepri/bengkulukito)



Business Riau

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply